Minggu, 19 April 2026

Berita Jember

Mahasiswa Unej Kembangkan Mesin Granulator Pupuk dari Limbah Gamping

Inovasi mesin granulator pupuk organik dari limbah batu gamping bantu petani Jember.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Imam Nawawi
INOVATIF-Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) mengembangkan mesin granulator pupuk organik berbasis limbah batu kapur atau gamping 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) mengembangkan mesin granulator pupuk organik berbasis limbah batu kapur atau gamping. Inovasi ini ditujukan untuk membantu petani memperoleh pupuk ramah lingkungan dengan harga lebih terjangkau, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah tambang.

Mesin tersebut dirancang oleh Ahmad Iwan, mahasiswa Teknik Mesin, bersama Rina Lestari, akademisi Teknik Pertambangan Universitas Jember. Selama proses pengembangan, tim mendapatkan pendampingan dari Koordinator Program Studi S2 Teknik Mesin Unej, Prof. Mahros Darsin.

Baca juga: Kakek Penjual Kopi Dibegal di Jember, Luka Parah Hingga Dua Hari Tak Sadarkan Diri 

Limbah Tambang

Ketua tim peneliti, Rina Lestari, menjelaskan ide ini berawal dari menumpuknya limbah batu gamping di perusahaan tambang yang berlokasi di Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember. Limbah tersebut bahkan tidak memiliki nilai jual yang layak.

“Kami melihat ada sisa limbah batu gamping yang tidak laku terjual. Harganya sangat murah, hanya sekitar Rp100 per kilogram,” ujar Rina, Senin (2/2/2026).

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti berupaya mencari solusi agar limbah batu kapur dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Melalui dana hibah inovasi industri dari LP2M, kami berupaya menaikkan nilai ekonomi limbah tersebut dengan mengolahnya menjadi pupuk,” katanya.

Ramah Lingkungan

Rina menjelaskan, batu kapur bersifat anorganik sehingga tidak bisa langsung dijadikan pupuk organik. Untuk itu, tim melakukan pencampuran dengan sejumlah bahan organik agar memenuhi standar pupuk organik berkualitas.

“Akhirnya tim mencampurnya dengan bahan-bahan organik lain untuk memenuhi standar pupuk organik yang berkualitas,” imbuhnya.

Baca juga: Satlantas Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

Komposisi pupuk yang diolah melalui mesin granulator ini meliputi batu gamping sebagai bahan dasar, fosfat untuk meningkatkan kandungan nutrisi, kotoran sapi yang telah difermentasi, serta tetes tebu yang berfungsi sebagai pengikat sekaligus penambah nutrisi.

Menurut Rina, inovasi ini sengaja dirancang agar petani bisa memperoleh pupuk berkualitas dengan biaya lebih rendah.

“Jika biaya produksi ditekan, manfaatnya langsung dirasakan petani luas. Perusahaan pun bisa tumbuh besar dan membuka banyak lowongan kerja,” jelasnya.

Selain berdampak ekonomi, inovasi ini juga dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Kami berharap riset ini terus berkembang hingga mendapatkan izin edar, sehingga perusahaan bisa memproduksi secara massal,” tuturnya.

Baca juga: Diserang Tikus, Puluhan Hektare Padi di Jenggawah Jember Terancam Gagal Panen

Mesin Terintegrasi

Ahmad Iwan, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Jember, menjelaskan bahwa proses pembuatan alat memakan waktu sekitar tiga bulan.

“Satu bulan dialokasikan untuk tahap persiapan dan desain, sementara sisanya difokuskan pada proses fabrikasi di Laboratorium Manufaktur Teknik Mesin,” ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved