Berita Jember
Dispendik Jember Non Aktifkan Sementara Guru yang Telanjangi Siswa
Dispendik Jember nom aktifkan sementara guru yang menelanjani siswa, serta memberikan trauma healing bagi siswa SDN Jelbuk 02.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Dispendik Jember memberikan trauma healing kepada siswa SDN Jelbuk 02
- Pendampingan dilakukan bersama KPAI untuk memulihkan kondisi psikologis siswa
- Oknum guru berinisial FT ditarik sementara dan menjalani pembinaan
- Guru akan dipindahkan ke sekolah lain setelah proses pembinaan
- Insiden dipicu reaksi emosional akibat kehilangan uang
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menarik non aktifkan sementara guru siswa SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, yang menelanjangi siswa karena uangnya hilang.
Sebelumnya seorang guru perempuan SDN Jebluk 02 memeriksa dan menelanjangi siswa karena uangnya hilang di kelas. Perbuatan tersebut menimbulkan protes keras dari para wali murid yang mengetahui kejadian tersebut.
Selain itu Dispendik juga memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada siswa.
Kepala Dispendik Jember, Arief Tjahjono, mengatakan pendampingan dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis siswa kembali stabil dan proses belajar mengajar dapat berjalan normal.
Baca juga: Pendemo Jember Divonis 4 Bulan 24 Hari: Panjang Umur Perlawanan
“Bersama KPAI kami melakukan trauma healing terhadap adik-adik siswa, supaya mereka tidak mengalami trauma yang mendalam,” ujar Arief, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil karena sehari setelah insiden terjadi, sebagian siswa sempat merasa takut untuk kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Sebagian masuk, sebagian tidak. Maka dari itu kami lakukan trauma healing untuk meyakinkan bahwa proses belajar mengajar bisa berjalan sesuai relnya kembali,” jelasnya.
Baca juga: Viral, Uangnya Hilang di Sekolah, Guru SD di Jember Telanjangi Murid
Ditarik Sementara
Selain pendampingan kepada siswa, Dispendik Jember juga menarik sementara guru berinisial FT dari SDN Jelbuk 02 untuk menjalani pembinaan di kantor Dispendik.
“Supaya suasana di sekolah benar-benar reda dan tidak menimbulkan konflik lanjutan, serta menghindari hal-hal yang tidak kami inginkan,” kata Arief.
Selama masa pembinaan, Dispendik Jember berkoordinasi dengan satuan pendidikan dasar negeri lainnya untuk menyiapkan penugasan baru bagi guru tersebut.
“Supaya beliau bisa kami pindahkan ke tempat lain dan siswa serta wali murid bisa kembali menjalani proses belajar mengajar dengan baik,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan etik internal, Arief mengungkapkan tindakan tidak pantas tersebut dipicu oleh kondisi emosional guru yang dinilai tidak stabil saat kejadian berlangsung.
Baca juga: Diduga Keracunan MBG, 99 Siswa dan 13 Guru SMPN 1 Umbulsari Jember Diperiksa
“Yang bersangkutan terlalu reaksioner akibat kehilangan uang, termasuk uang mahar pemberian suaminya. Kondisinya juga kurang optimal saat itu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, guru tersebut telah menyadari kesalahannya dan menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.
| Pemkab Jember Mulai Desain Kawasan Street Food di Jalan Kartini |
|
|---|
| Fatmawati Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Jember, Perempuan Kedua dalam Sejarah Pimpinan Dewan |
|
|---|
| Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember |
|
|---|
| Tradisi Kupatan Jember, 36 Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo |
|
|---|
| Suwar Suwir Jadi Oleh-oleh Favorit Lebaran di Jember, Omzet Penjual Rp 6 Juta Sehari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/GURU-TELANJANGI-MURID-Arief-Tjahjono-Kepala-Dinas-Pendidikan-Jember.jpg)