Rabu, 15 April 2026

Panic Buying BBM di Jember, Pertalite Eceran Tembus Rp 16.000 hingga 25.000 per Liter

Panic buying BBM di Jember membuat harga Pertalite eceran naik hingga Rp 16.000 hingga Rp 25.000 per liter. Stok SPBU disebut masih aman.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Imam Nawawi
ANTRE: Suasana di SPBU depan pasar Sabtuan Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates Jember, Jawa Timur, Jumat malam (6/3/2026) Dampak Antrean BBM di SPBU Jember membuat pengecer menjual pertalite hingga Rp 16 ribu perliter. 

Ringkasan Berita:
  • Panic buying BBM terjadi di Jember akibat antrean panjang di SPBU.
  • Harga Pertalite di tingkat pengecer naik hingga Rp16 ribu per liter, bahkan ada yang Rp25 ribu.
  • Pengecer mengaku harus antre seharian untuk mendapatkan stok BBM.
  • Hiswana Migas memastikan stok BBM di Jember sebenarnya masih aman.
  • Pertamina membatasi pembelian Pertalite untuk mengurai antrean dan mencegah penimbunan.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berdampak pada kekosongan stok di tingkat pengecer.

Situasi tersebut memicu aksi panic buying di tengah masyarakat. Akibatnya, sejumlah pengecer terpaksa menaikkan harga BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, salah satu pengecer yang berjualan di seberang jalan depan DPRD Jember menjual Pertalite seharga Rp 16 ribu per liter, Jumat malam (6/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Meski mahal, BBM tersebut tetap diburu pembeli. Di lokasi itu terlihat hanya dua botol berukuran satu liter yang tersisa untuk dijual.

Baca juga: Harga Kurma di Jember Naik hingga 100 Persen, Pasokan Terganggu Konflik Timur Tengah

Penjual mengaku terpaksa menaikkan harga karena sulit mendapatkan stok BBM dari SPBU.

“Terpaksa saya jual agak mahal, soalnya belinya sudah mahal. Saya harus antre seharian untuk dapat bensin,” ujarnya.

Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, membenarkan adanya kenaikan harga BBM di tingkat pengecer. 

Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Situbondo, Warga Khawatir Kehabisan BBM 

Capai Rp 25.000

Bahkan menurut informasi yang diterimanya, sebagian pengecer menjual BBM hingga Rp 25 ribu per liter.

“Kami mengimbau kepada oknum tengkulak yang sengaja menimbun dan memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi agar tidak melakukan itu. Jika terbukti akan ditindak sesuai ketentuan hukum,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Ikbal menegaskan bahwa masyarakat dapat melaporkan praktik penjualan BBM yang tidak wajar melalui layanan Wadul Gus’e maupun call center Pertamina di nomor 135.

Ia juga memastikan bahwa stok BBM di Kabupaten Jember sebenarnya masih dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal.

Baca juga: Efek Viral BBM Hanya Cukup 26 Hari, Antrean Mengular di SPBU Bondowoso

“Sekali lagi, stok BBM di Kabupaten Jember aman. Begitu juga pengiriman dan pendistribusian tidak ada kendala. Masyarakat kami harapkan melakukan pembelian di SPBU,” tambahnya.

Untuk mengurai antrean di SPBU dan meredam panic buying, Pertamina menerapkan pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite bagi kendaraan roda dua.

“Sesuai SOP maksimal 10 liter untuk semua jenis kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat pembelian Pertalite harus menggunakan barcode,” jelas Ikbal.

Selain itu, sejumlah SPBU juga sementara tidak melayani pembelian BBM oleh tengkulak guna mencegah pembelian dalam jumlah besar.

“Baik pakai jeriken maupun pakai motor thunder mereka tidak melayani. Saya yakin teman-teman SPBU di lapangan paham mana tengkulak dan mana konsumen biasa,” tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved