Rabu, 6 Mei 2026

Inflasi Jember April 2026, Dipicu Kenaikan Elpiji dan Harga Plastik

Inflasi Jember April 2026 sebesar 2,88% dipicu kenaikan elpiji, plastik, dan bahan pokok, berdampak pada harga makanan.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Sri Wahyunik
NAIK-Tabung elpiji 5,5 kilogram di sebuah agen di Kecamatan Kaliwates, Jember. Harga elpiji non subsidi naik, untuk 5,5 kilogram menjadi Rp 112.000, dan ukuran 12 kilogram menjadi Rp 237.000 

Ringkasan Berita:
  • Inflasi Jember April 2026 mencapai 2,88 persen (yoy) menurut BPS.
  • Kenaikan elpiji dan harga plastik jadi pemicu utama inflasi.
  • Kelompok makanan dan minuman menyumbang inflasi terbesar.
  • Pelaku usaha menaikkan harga jual hingga 10 % akibat biaya produksi naik.
  • Harga elpiji di lapangan melebihi HET dan sulit diperoleh masyarakat.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Kenaikan harga elpiji dan plastik menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Kabupaten Jember pada April 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember mencatat inflasi secara tahunan (year to year/yoy) mencapai 2,88 persen.

Sejumlah kelompok pengeluaran memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi tersebut. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,55 persen.

Disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,43 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 11,12 persen.

Baca juga: MBG dan Cabai Jadi Penyebab Inflasi Jember Tertinggi di Jawa Timur

Adapun komoditas utama penyumbang inflasi meliputi emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, sigaret kretek mesin, hingga makanan jadi seperti nasi dengan lauk dan bakso. Selain itu, bahan pangan seperti telur ayam ras, tempe, tahu, bayam, dan tomat juga turut memicu kenaikan harga.

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsi, menjelaskan bahwa kenaikan pada sektor bahan bakar rumah tangga dipengaruhi oleh naiknya harga elpiji 3 kilogram pada Maret 2026 dan elpiji nonsubsidi pada 18 April 2026, yang dampaknya berlanjut hingga Mei.

Baca juga: Resmikan MPP Mini, Bupati Jember Pangkas Jarak Layanan Publik Warga Pinggiran

"Kenaikan harga nasi dengan lauk berdasarkan informasi dari responden dampak dari kenaikan harga bahan baku seperti beras, minyak goreng, hingga kemasan plastik yang juga menjadi penyumbang kenaikan harganya," ujar Peni, Selasa (5/5/2026).

Ia mengatakan setiap kenaikan harga komoditas berpotensi memicu inflasi, tergantung pada tingkat konsumsi masyarakat terhadap komoditas tersebut.

"Bila nilai konsumsi suatu komoditas besar, maka berpeluang menyumbang andil inflasi atau deflasi," tambahnya.

Baca juga: Pemkab Jember Rayakan Hari Buruh dengan Doa Bersama Para Pekerja dan Pengusaha

Dampak ke Pelaku Usaha

Kenaikan harga bahan baku, termasuk plastik dan minyak goreng, berdampak langsung pada pelaku usaha makanan dan minuman di Jember. Sejumlah pelaku usaha terpaksa menaikkan harga jual hingga sekitar 10 persen, terutama setelah Lebaran 2026.

Salah satu restoran di kawasan Sumbersari bahkan menambahkan biaya layanan hingga 10 persen untuk menyesuaikan lonjakan biaya operasional.

Kondisi serupa juga dialami pedagang kecil. Penjual gorengan, misalnya, menaikkan harga dari Rp 1.000 per biji menjadi Rp 5.000 untuk empat biji.

"Bahan-bahan naik, terutama minyak goreng," ujar seorang penjual gorengan di Jalan H Agus Salim, Jember.

Baca juga: Dugaan Permainan Pasar, Pasokan LPG 3 Kg di Jember Normal, Namun Warga Sulit Mendapatkan

Harga Elpiji di Lapangan
Meski pihak Pertamina menyatakan harga elpiji subsidi 3 kilogram tetap Rp 18.000 per tabung, realitas di lapangan menunjukkan harga jual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 24.000.

Seorang warga Sempusari, Yuliana, mengaku harus membeli elpiji dengan harga lebih tinggi dan terkadang sulit ditemukan.

"Saya beli antara Rp 20.000 sampai Rp 21.000 per tabung. Itu pun kadang sulit didapat," katanya.

Sementara elpiji nonsubsidi juga mengalami kenaikan harga. Untuk ukuran 5,5 kilogram dijual sekitar Rp 110.000–Rp 112.000, sedangkan tabung 12 kilogram berkisar Rp 230.000–Rp 237.000.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved