Bank Sampah Sripeling Jember Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas
Bank Sampah Sripeling Jember ajak warga pilah sampah rumah tangga dan ubah sampah anorganik jadi tabungan emas.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Bank Sampah Sripeling di Jember memiliki 60 nasabah aktif dengan penimbangan sampah dua kali setiap bulan.
- Sebanyak 30 nasabah menukarkan hasil sampah anorganik menjadi tabungan emas melalui kerja sama dengan Pegadaian.
- Program bank sampah membantu warga memilah sampah rumah tangga sekaligus mengurangi volume sampah ke TPA.
- Bank Sampah Sripeling juga menjadi lokasi studi tiru pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Jember.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Di Perumahan Villa Tegalbesar, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, warga datang silih berganti sambil membawa kantong berisi sampah anorganik, Sabtu (16/5/2026).
Di sebuah rumah kawasan tersebut, sejumlah pengurus tampak sibuk memilah, menimbang, dan mencatat hasil setoran sampah warga. Lokasi itu merupakan tempat operasional Bank Sampah Sripeling (Srikandi Peduli Lingkungan).
Kegiatan penimbangan sampah rutin dilakukan dua kali setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah dari sumber utama, yakni rumah tangga.
Ketua Bank Sampah Sripeling, Nursiyatin, mengatakan antusiasme warga terus meningkat setiap kali jadwal penimbangan dibuka.
“Wah ini Sabtu-Sabtu banyak juga nasabah yang menabung sampah,” ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa Umma Titin itu menjelaskan, penimbangan biasanya dilakukan saat akhir pekan karena sebagian besar warga sedang libur dan memiliki waktu luang untuk memilah sampah dari rumah.
Meski baru memasuki tahun keempat berdiri, Bank Sampah Sripeling kini memiliki sekitar 60 nasabah yang mayoritas berasal dari warga RW 07 Perumahan Villa Tegalbesar.
“Dari jumlah itu, 30 orang di antaranya menabungkan hasil sampahnya ke tabungan emas,” imbuh Titin.
Baca juga: Terima Studi Pengelolaan Sampah, Pemdes Randupitu Perkuat Budaya Peduli Lingkungan
Sampah Ditukar Jadi Tabungan Emas
Program tabungan emas menjadi salah satu daya tarik utama Bank Sampah Sripeling. Pengelola bekerja sama dengan PT Pegadaian untuk mengonversi hasil penjualan sampah menjadi tabungan emas bagi nasabah.
Karena itu, bank sampah tersebut menggunakan slogan “ayo tabung sampahmu jadi emas” dalam setiap sosialisasi kegiatan penimbangan.
Menurut Titin, keberadaan bank sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, tetapi juga memberi nilai ekonomi dan edukasi kepada masyarakat.
“Menjaga lingkungan itu dengan memilah sampah dari sumber utama, yakni rumah tangga. Supaya sampah ini tidak semuanya terbuang ke tempat pembuangan akhir yang sekarang juga sudah menggunung,” jelasnya.
Baca juga: Program Banyuwangi Hijau Jangkau 23.410 Rumah Tangga, Kelola 14 Ribu Ton Sampah
Ia menambahkan, warga juga belajar mengenali jenis-jenis sampah anorganik yang memiliki nilai jual berbeda.
Sebagian warga awalnya datang membawa sampah campur, kemudian belajar memilah langsung di lokasi penimbangan. Setelah memahami prosesnya, mereka mulai membawa sampah yang sudah dipisahkan dari rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/BANK-SAMPAH-Kegiatan-penimbangan-sampah-jember.jpg)