Jumat, 5 Juni 2026

MBG Jember

Hasil Uji Lab Menu MBG Penyebab Keracunan 22 Anak TK Jember, Terdapat Bakteri Staphylococcus

Hasil uji laboratorium MBG Jember yang menyebabkan 22 anak keracunan, menemukan bakteri Staphylococcus aureus pada ayam suwir. 

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Sri Wahyunik
SIDAK-Satgas MBG melakukan Sidak ke SPPG Kaliwates Kaliwates 3 pada Kamis (21/5/2026) lalu. Ayam suwir bumbu kuning yang diolah di SPPG tersebut mengandung bakteri Staphylococcus aureus 

Ringkasan Berita:
  • Hasil uji laboratorium menemukan bakteri Staphylococcus aureus pada menu ayam suwir bumbu kuning dan merah.
  • Sampel nasi putih dan tahu kriuk dinyatakan aman karena tidak terkontaminasi bakteri.
  • Sebanyak 22 anak TK dan PAUD di Kecamatan Kaliwates mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.
  • Satgas MBG Jember menyebut kontaminasi kemungkinan terjadi akibat proses pengolahan, kebersihan personal, lingkungan kerja.
  • Pemkab Jember merekomendasikan penutupan permanen SPPG Kaliwates 3

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyebabkan keracunan puluhan anak di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, akhirnya keluar.

Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya telah mengirimkan hasil pemeriksaan sampel makanan kepada pihak terkait, Selasa (2/6/2026).

Dalam pemeriksaan, terdapat empat jenis makanan yang diuji, yaitu nasi putih, ayam suwir bumbu kuning, ayam suwir bumbu merah, dan tahu kriuk.

Hasilnya menunjukkan bahwa dua menu ayam suwir, baik bumbu kuning maupun bumbu merah, positif mengandung bakteri Staphylococcus aureus. Sementara itu, nasi putih dan tahu kriuk dinyatakan negatif dari kontaminasi bakteri dan aman untuk dikonsumsi.

Baca juga: Usai Keracunan dan Kebakaran, Pemkab Jember Rekomendasikan Penutupan 2 Dapur MBG 

Penyebab Keracunan

Kasus ini bermula pada 20 Mei 2026 ketika sebanyak 22 anak dari sedikitnya tiga TK dan PAUD di Kecamatan Kaliwates mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang diproduksi oleh SPPG Kaliwates 3 di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates.

Para siswa mengalami berbagai gejala seperti lemas, mual, muntah, diare, hingga dehidrasi. Beberapa di antaranya bahkan harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, menjelaskan bahwa hasil laboratorium mengindikasikan adanya kontaminasi bakteri pada menu ayam yang disajikan.

"Bakteri Staphylococcus aureus tersebut hidup di makanan daging yang terkontaminasi akibat cara pengolahan dan penyimpanan makanan. Lebih ke arah proses pengolahan, kebersihan personal, dan lingkungan kerja pengolah," ujar Fauzi.

Menurutnya, temuan laboratorium menguatkan dugaan bahwa sumber keracunan berasal dari menu ayam yang didistribusikan kepada para siswa.

"Iya sesuai hasil pemeriksaan sampel," katanya saat dikonfirmasi mengenai sumber utama keracunan.

Baca juga: Presiden Rombak Pimpinan BGN, Bupati Pasuruan Nilai Langkah Tepat Perbaiki Program MBG

Meski kedua jenis ayam suwir sama-sama ditemukan mengandung Staphylococcus aureus, tidak semua siswa yang mengonsumsi menu tersebut mengalami gejala keracunan.

Fauzi menjelaskan bahwa tingkat dampak yang muncul sangat dipengaruhi oleh jumlah kontaminasi bakteri dalam makanan.

"Karena itu tergantung besaran jumlah kontaminasinya," imbuhnya.

Secara umum, Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang kerap ditemukan pada kulit dan rongga hidung manusia sehat. Namun ketika mencemari makanan dan berkembang biak dalam jumlah tertentu, bakteri ini dapat menghasilkan racun yang memicu gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare.

Baca juga: 18 Anak TK dan PAUD di Jember Keracunan MBG, Satgas Minta SPPG Ditutup

Masih Disuspend

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved