Senin, 15 Juni 2026

Berita Jember

Berkomitmen Jadikan Tempat Aman dan Ramah bagi Pekerja Migran, Pemkab Jember Permudah Layanan

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mempermudah pelayanan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI), dan pekerja migran Indonesia (PMI).

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Luky Setiyawan
Istimewa/Diskominfo Jember
GNMA - Kegiatan jalan sehat bertajuk Gerakan Nasional Migran Aman di Alun-alun Jember, Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini kerja sama Pemkab Jember dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mempermudah pelayanan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI), dan pekerja migran Indonesia (PMI). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mempermudah pelayanan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI), dan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jember.
  • Selama ini masyarakat Jember yang ingin mengurus keperluan migran harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah, seperti Surabaya, Malang, atau Banyuwangi.
  • Pemkab Jember juga siap menyediakan lahan apabila Kementerian P2MI berkenan membangun gedung pusat pelatihan kerja di Jember.

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mempermudah pelayanan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI), dan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jember.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dalam acara kegiatan jalan sehat bertajuk Gerakan Nasional Migran Aman di Alun-alun Jember, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan jalan sehat itu kerja sama Pemkab Jember dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menegaskan menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk memperbaiki nasib dan mempermudah pelayanan bagi para CPMI, juga PMI asal Kabupaten Jember yang berada di luar negeri.

Baca juga: Tahan Imbang Persid Jember, Peluang Lolos Pasuruan United Tetap Terbuka

​Gus Fawait mengungkapkan, selama ini masyarakat Jember yang ingin mengurus keperluan migran harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah, seperti Surabaya, Malang, atau Banyuwangi.

"Terlalu jauh, butuh waktu 3 sampai 4 jam. Mungkin itu juga yang membuat banyak yang berangkat pakai jalur non-prosedural," ujar Gus Fawait.

Untuk memangkas birokrasi dan jarak tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember telah berkoordinasi dengan kementerian terkait dan menyediakan tempat khusus jika disetujui untuk membuka kantor perwakilan P4MI (Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) di Kabupaten Jember.

​Selain kemudahan administrasi, Pemkab Jember juga memberikan solusi nyata terkait tes kesehatan (medical check-up) bagi para calon migran yang sebelumnya harus dilakukan di luar daerah.

Gus Fawait mengumumkan bahwa tiga Rumah Sakit Daerah (RSD) di Jember kini sudah siap melayani pemeriksaan kesehatan CPMI.

​Komitmen Pemkab Jember tidak berhenti pada proses keberangkatan saja, melainkan hingga kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan.

Gus Fawait menyatakan pihaknya telah menguji coba program beasiswa kuliah bagi putra-putri PMI untuk menempuh pendidikan di berbagai kampus di Indonesia, dan berjanji akan menambah kuotanya tahun ini.

Pemkab Jember juga siap menyediakan lahan apabila Kementerian P2MI berkenan membangun gedung pusat pelatihan kerja di Jember.

Program ini nantinya akan disinergikan dengan lulusan SMK di Jember agar bisa terserap dalam program go global yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

​Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, Jember masih menghadapi tantangan kemiskinan absolut yang cukup tinggi. Meski demikian, Gus Fawait optimis tren pertumbuhan ekonomi dan PAD Jember yang mulai membaik dapat diakselerasi melalui sektor pekerja migran yang teredukasi dengan baik.

​Di akhir sambutannya, Gus Fawait berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat agar regulasi perlindungan pekerja migran di tingkat daerah bisa segera diperkuat.

"Kami berkomitmen untuk bagaimana membuat desa di seluruh Jember ini menjadi Desa Migran, tinggal Perda saja. Kami berkomitmen untuk membuat Perda terkait masalah PMI," pungkas Gus Fawait.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur 

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Sri Wahyunik/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved