Rabu, 3 Juni 2026

MBG Lumajang

Tiap Hari 55 Dapur MBG di Lumajang Sumbang 7 Ton Sampah

Sampah dari 55 SPPG atau dapur MBG di Lumajang mencapai 7 ton per hari dan menambah beban pengelolaan sampah daerah.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Imam Nawawi
SAMPAH: Truk DLH angkut sampah di TPA Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026). SPPG di Lumajang Hasilkan sampah 7 ton. 
Ringkasan Berita:
  • DLH Lumajang mencatat 55 dapur sehat MBG menghasilkan sekitar 7 ton sampah per hari.
  • Setiap SPPG rata-rata memproduksi 30 kilogram sampah setiap hari.
  • Tambahan sampah dari program MBG meningkatkan volume sampah Lumajang sekitar 3-4 persen.
  • Sebagian besar sampah dari dapur MBG berupa sampah organik, namun masih tercampur anorganik.
  • DLH mendorong kolaborasi dengan pihak ketiga untuk mengelola sampah dapur MBG.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut meningkatkan volume sampah harian di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang mencatat, sampah yang dihasilkan dari 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur sehat MBG mencapai sekitar tujuh ton per hari.

Sekretaris DLH Lumajang, Agus Rahman Razaq, mengatakan setiap dapur sehat rata-rata menghasilkan sekitar 30 kilogram sampah per hari.

“Masing-masing SPPG menghasilkan 3-6 kresek besar atau sekitar 30 kilogram per hari. Kalau totalnya sekitar tujuh ton per hari,” ujar Razaq, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, tambahan sampah dari operasional dapur MBG tersebut menyumbang kenaikan sekitar 3-4 persen dari total produksi sampah harian di Lumajang. Sebelum program berjalan, volume sampah di daerah itu berkisar 200 ton per hari.

Baca juga: Usai Keracunan dan Kebakaran, Pemkab Jember Rekomendasikan Penutupan 2 Dapur MBG 

“Jadi ada peningkatan sekitar tujuh ton atau sekitar 3-4 persen. Tapi itu tidak mesti, kadang naik kadang turun,” katanya.

Razaq mengatakan sebagian besar sampah yang dihasilkan dapur MBG sebenarnya merupakan sampah organik. Namun, saat masuk ke DLH, sampah tersebut masih bercampur dengan sampah anorganik.

Baca juga: 18 Anak TK dan PAUD di Jember Keracunan MBG, Satgas Minta SPPG Ditutup

“Jenis sampah yang dihasilkan dari SPPG banyak organiknya sebenarnya. Saat dikirim ke kami biasanya campuran, ada anorganiknya juga,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa dapur sehat sudah mulai mengelola sampah secara mandiri. Ada pula yang bekerja sama dengan DLH maupun pihak ketiga untuk menangani limbah operasional dapur.

Menurut Razaq, keberadaan dapur MBG otomatis menambah beban pengelolaan sampah di Lumajang. Karena itu, kolaborasi dengan pihak ketiga dinilai penting agar penanganan sampah tetap optimal.

“Seperti di Jatiroto itu ada pihak ketiga yang mengoordinir. Intinya bisa ditangani,” tambahnya.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved