Senin, 27 April 2026

Berita Pasuruan

Pemkot Pasuruan Gelar Aksi Bersih-Bersih dan Tanam Pohon di Pesisir Pelabuhan

Aksi bersih-bersih ini digelar Pemerintah Kota Pasuruan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
BERSIH-BERSIH: Walikota Pasuruan Adi Wibowo saat memimpin aksi bersih - bersih dan tanam pohon di pesisir pelabuhan. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Pesisir Pelabuhan Kota Pasuruan menjadi pusat kegiatan resik-resik dan penanaman pohon, Minggu (21/9/2025) pagi.

Aksi ini digelar Pemerintah Kota Pasuruan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025, sekaligus menyemarakkan HUT ke-80 Republik Indonesia yang pelaksanaannya sempat tertunda.

Kegiatan berlangsung sejak pagi dengan melibatkan jajaran Pemkot, Forkopimda, organisasi masyarakat, pemuda, hingga warga sekitar.

Kawasan pelabuhan yang selama ini menjadi denyut ekonomi nelayan dan UMKM tampak ramai oleh gerakan kolektif membersihkan lingkungan dan mempercantik kawasan dengan pengecatan serta penanaman pohon.

Baca juga: Usai Kalah dari PSM Makassar, Persija Panen Sorotan dari Jakmania, 2 Hal Turut Disinggung

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mangatakan, kegiatan ini tidak boleh berhenti pada seremonial.

“Ini bukan sekadar agenda mekanis, tetapi harus tumbuh menjadi gerakan organik yang berkelanjutan. Jangan berhenti setelah resik-resik hari ini, harus ada monitoring dan evaluasi agar dampaknya terasa,” ujarnya.

Mas Adi, sapaan akrabnya, juga menyinggung pentingnya kawasan pelabuhan sebagai bagian dari identitas dan sejarah Kota Pasuruan.

“Pelabuhan ini punya sejarah panjang. Kita sebagai pewaris punya tanggung jawab, baik untuk menjaga jejak masa lalu maupun merumuskan sejarah masa depan. Kota Pasuruan pernah besar karena pelabuhannya,” katanya.

Baca juga: Demokrat Situbondo Bentuk Badan Saksi dan Logistik Hadapi Pemilu 2029

Menurutnya, pelabuhan tidak hanya bernilai historis, tetapi juga strategis dalam mendukung sektor pariwisata dan perikanan.

Meski berstatus pelabuhan pengumpan regional yang tidak sepenuhnya dikelola Pemkot, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memiliki peran penting.

“Pelabuhan adalah salah satu sendi perekonomian. Nelayan, UMKM, dan masyarakat sekitar sangat bergantung padanya. Karena itu, Pemkot harus hadir menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Baca juga: Bobotoh Full Senyum Persib Bandung Menang Lawan Arema FC, 1 Pemain Asing Anyar Panen Pujian

Masalah klasik seperti sedimentasi dan pertumbuhan permukiman pesisir juga diakui sebagai tantangan.

Melalui aksi bersih-bersih dan penghijauan, Pemkot berkomitmen menata kawasan pelabuhan lebih nyaman, bersih, sekaligus memiliki arah pengembangan yang jelas.

“Setelah lingkungan lebih resik, kita akan susun roadmap pemanfaatan potensi pelabuhan agar bisa terkelola dengan baik dan memberi manfaat ekonomi yang nyata,” tambahnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved