Senin, 27 April 2026

Berita Pasuruan

Pemkab Pasuruan Gunakan DBHCHT Perbaikan 33 Ruas Jalan Kabupaten

Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Kabupaten Pasuruan menggelar sosialisasi pelaksanaan pemeliharaan jalan di Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
SOSIALISASI: Plt Dinas BMBK Kabupaten Pasuruan Sarinah Rostief saat memimpin sosialisasi pelaksanaan pemeliharaan berkala jalan di Kabupaten Pasuruan di Hotel Dalwa Bangil, Kamis (16/10/2025) siang. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Kabupaten Pasuruan menggelar sosialisasi pelaksanaan pemeliharaan jalan di Kabupaten Pasuruan, di Hotel Dalwa Bangil, Kamis (16/10/2025) siang.

Sosialisasi untuk pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan sumber dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sosialisasi diikuti perwakilan dari desa, kecamatan, dinas, dan kepolisian.

Dalam forum itu, Dinas BMBK mendapatkan alokasi anggaran DBHCHT sebesar Rp 80 Miliar di tahun 2025. 

Baca juga: DPRD dan Pemkab Pasuruan Bahas Program Pembentukan Peraturan Daerah 2026

Sesuai dengan petunjuk penggunaannya anggaran itu akan digunakan untuk membangun 33 ruas jalan.

“Sosialisasi terkait apa yang akan Dinas kerjakan, yakni perbaikan jalan yang bersumber dari DBHCHT,” kata Plt Dinas BMBK Kabupaten Pasuruan Sarinah Rostief.

Nina, sapaan akrabnya menyebut, beberapa bulan ke depan, akan ada pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan. Untuk itu, dia berharap semua pihak yang ikut dalam sosialisasi ini bisa membantu menyebarluaskan.

Baca juga: Razia Gabungan TNI-Polri di Rutan Kraksaan Probolinggo, 10 Napi Dites Urine

Tahap awal proses pengadaan yang sudah selesai ada 13 titik ruas jalan, dan kemungkinan akan mulai dikerjakan pekan depan. 

“Kami mohon dukungan, suport dari semua pihak. Kepolisian, teman - teman di kecamatan, hingga desa untuk bisa membantu menyebarluaskan informasi pembangunan ke masyarakat,” jelas dia.

Nina menjelaskan, ketika pengerjaan sudah mulai berjalan, otomatis aktifitas masyarakat terganggu. Arus lalu lintas tersendat. Dan penempatan material pasti akan menghambat. Termasuk kemungkinan penutupan jalan.

“Tadi kami banyak menerima masukan untuk pemasangan rambu rute jalur alternatif dan rambu tanda bahaya di lokasi perbaikan jalan. Masukan, ini akan kami laksanakan ketika nanti pengerjaan sudah berjalan,” ujarnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved