Kamis, 11 Juni 2026

JAWARA DPRD Pasuruan

Mas Rusdi-Gus Shobih Menggebrak Bikin Pasuruan Meloncat Jauh, DPRD dan TP3D Bongkar Rahasianya!

Percepatan pembangunan Pasuruan diungkap DPRD dan TP3D. Infrastruktur, layanan publik, hingga investasi melonjak.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
BANGKIT BERSAMA : Wakil Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Hukum dan Investasi Kabupaten Pasuruan Suryono Pane (kiri), Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat saat berdiskusi dalam acara Jawara. 

Pemerintah memberi ruang bagi masyarakat untuk mengusulkan perubahan peruntukan lahan sebelum dokumen resmi disahkan.

Baca juga: Harkodia, Pemkab dan DPRD Pasuruan Tekankan Integritas Desa di Tengah Pengetatan Fiskal

Loncatan Luar Biasa

Ketua DPRD Samsul Hidayat melihat percepatan pembangunan 2025 sebagai “loncatan luar biasa” yang belum pernah ia jumpai dalam empat periode duduk di parlemen.

Ia mencontohkan, jalan Wonosunyo, yang bertahun-tahun tak pernah tuntas pengerjaannya.

“Saya empat periode di DPRD. Jalan Wonosunyo itu tak pernah selesai. Tahun ini tuntas total dengan hotmix. Kalau pakai istilah, jalannya sampai mulus kayak difacel,” sambungnya.

Sektor pendidikan pun mendapat porsi besar.

Tahun 2025, terdapat 277 lembaga pendidikan SD hingga SMP yang dibangun atau direhabilitasi dengan anggaran sekitar Rp 53 miliar.

Menariknya, seluruhnya ditetapkan berbasis data dapodik, bukan pesanan politik.

Baca juga: Resmi Dilaunching, Manajemen Pasuruan United Pastikan Gaji Pemain Lunas Sebelum Liga Bergulir

“Dulu siapa dekat, siapa yang dikenal, bisa dapat pembangunan. Tahun ini tidak. Semua by data, bukan by titipan,” tegas Samsul.

Ia juga memaparkan reformasi besar pada skema bantuan keuangan desa. Jika sebelumnya penuh subjektivitas, kini seluruh proses diajukan langsung oleh desa melalui SIPD, bukan lewat jalur-jalur informal.

Menurut Samsul, langkah ini menjadikan desa bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek yang menentukan kebutuhannya sendiri, sehingga lebih adil, lebih transparan, lebih tepat sasaran.

Kedua narasumber seirama dalam satu hal: percepatan 2025 adalah buah dari kolaborasi.

Baca juga: Pasuruan Terima 100 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo, Tukang Becak Lansia Jadi Prioritas

Bupati–Wakil Bupati, DPRD, TP3D, masyarakat berada pada frekuensi yang sama tanpa ego sektoral, tanpa tarik-menarik.

“Kita punya misi yang sama: Pasuruan jangan sampai tertinggal dari Sidoarjo, Malang, atau Mojokerto,” ujar Pane.

Samsul menambahkan, DPRD siap mendukung sepanjang kebijakan berpijak pada visi, data, dan kebutuhan riil masyarakat.

Menutup diskusi, kedua tokoh menyatakan optimisme bahwa Pasuruan sedang berada di jalur percepatan yang benar.

Jalan diperbaiki, PJU merata, sekolah direhab masif, pola pelayanan publik dibenahi sehingga tanda-tanda kebangkitan mulai terang.

“Pasuruan bangkit bukan hanya slogan. Ini kerja kolaboratif yang hasilnya sudah mulai terlihat,” pungkas Samsul. 

(TribunJatimTimur.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved