JAWARA DPRD Pasuruan
DPRD Pasuruan Tekankan Pengawasan Bukan untuk Mencari Kesalahan, Tapi Mencari Solusi
Fungsi pengawasan DPRD bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan setiap persoalan di lapangan dapat ditemukan solusinya.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menjelaskan fungsi pengawasan yang dilakukan DPRD.
- Pengawasan bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan setiap persoalan di lapangan dapat ditemukan solusinya.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat mengatakan, fungsi pengawasan yang dilakukan DPRD bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan setiap persoalan di lapangan dapat ditemukan solusinya.
Penegasan tersebut ia sampaikan saat meninjau beberapa pembangunan jalan di Sumbersuko, Wonosari, Wonosunyo, Kecamatan Gempol dalam acara Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) kerjasama antara DPRD Kabupaten Pasuruan dan Tribunjatim Network.
Samsul, sapaan akrabnya menjelaskan, monitoring yang dilakukan pihaknya dilatarbelakangi kondisi di lapangan yang sempat menimbulkan keluhan masyarakat.
Baca juga: Menurun Rp 600 Miliar, APBD Pasuruan 2026 Ditetapkan Rp 3,9 Triliun
“Pengawasan kita tidak untuk mencari kesalahan, tetapi untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada di lapangan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, DPRD menemukan sejumlah kendala yang mengganggu pekerjaan konstruksi, terutama tingginya mobilitas kendaraan tambang yang hilir-mudik di kawasan tersebut.
Kondisi ini diperparah cuaca hujan, yang bahkan sempat menyebabkan 2–3 truk material terbawa arus akibat saluran irigasi yang belum maksimal.
“Awalnya kami mendapat laporan dari warga terkait kondisi jalan dan padatnya kendaraan besar. Setelah kami cek, memang keluar-masuknya kendaraan tambang luar biasa padat,” katanya.
Baca juga: Ditunjuk Tuan Rumah Babak Penyisihan Liga 4 Jatim, Pasuruan United Siap Sapu Bersih Kemenangan
Untuk memastikan pekerjaan berjalan optimal, DPRD kemudian berkoordinasi dengan perusahaan tambang sekitar, agar aktivitas kendaraan dapat dikendalikan sementara.
Rekomendasi DPRD agar dilakukan penutupan jalur sementara pun ditindaklanjuti oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Kabupaten Pasuruan.
“Alhamdulillah langsung dibuatkan surat penutupan. Ini bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, perusahaan, dan masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Kado Hari Guru Nasional, FIFGROUP Kabupaten Pasuruan II Bangun Rumah Pembibitan di SMKN 1 Purwosari
Dalam sidak tersebut, DPRD juga menyoroti minimnya jumlah pekerja yang dikerahkan kontraktor.
Menurut Samsul, dukungan dari pemerintah dan DPRD harus diimbangi dengan keseriusan pelaksana proyek agar pekerjaan tidak molor.
“Kami sudah komunikasi dengan pihak pelaksana agar menambah pekerja. Setelah rekomendasi kami, ada tambahan 4–5 pekerja. Tapi ke depan harus ditambah lagi untuk mengejar waktu,” jelasnya.
Selain itu, DPRD juga menerima laporan terkait pelengsengan yang rusak, yang berpotensi mengganggu aliran air dan merusak jalan yang sedang dibangun.
| Dewan Usul Penataan Pasar Tumpah Ranggeh Pasuruan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat dan PAD |
|
|---|
| Dewan Dorong Ketahanan Pangan Pasuruan, Lindungi Lahan dan Perkuat Hilirisasi Desa |
|
|---|
| Dewan Dorong Percepatan Desa Digital Melalui Perbaikan Sistem, SDM, dan Pendampingan |
|
|---|
| Mas Rusdi-Gus Shobih Menggebrak Bikin Pasuruan Meloncat Jauh, DPRD dan TP3D Bongkar Rahasianya! |
|
|---|
| Harkodia, Pemkab dan DPRD Pasuruan Tekankan Integritas Desa di Tengah Pengetatan Fiskal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Jagongan-DPRD-Pasuruan.jpg)