Minggu, 3 Mei 2026

Berita Pasuruan

Polisi Jadi Saksi Perdamaian Dua Kelompok Nelayan yang Sempat Berseteru di Kota Pasuruan

Polisi Jadi Saksi Perdamaian Dua Kelompok Nelayan yang Sempat Berseteru di Kota Pasuruan

Tayang:
TribunJatimTimur.com/Dok Polres Pasuruan Kota
DAMAI - Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Decky Tjahjono Triyoga saat melihat perdamaian antarkedua kelompok nelayan yang sempat berseteru. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan Kota menyaksikan langsung deklarasi perdamaian dua kelompok nelayan yang sebelumnya terlibat konflik di Kota Pasuruan.

Kesepakatan damai itu ditegaskan dalam pertemuan yang difasilitasi kepolisian akhir pekan kemarin.

Perdamaian mempertemukan perwakilan warga Ngemplak dan Kalirejo dalam agenda yang dikemas melalui kegiatan family gathering di Cessa Black Cat Glamping.

Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk menyelesaikan ketegangan yang sempat terjadi.

Selain konflik antarwilayah, pertemuan itu juga menuntaskan persoalan pembakaran perahu yang memicu ketegangan antara warga Ngemplak dan Kaligung.

Baca juga: Rohani Tegaskan Sikap Bupati Pasuruan Sama Dalam Urusan Sepak Bola, Hanya Ingin Naik Kelas!

Kedua pihak sepakat mengakhiri perselisihan dan menempuh jalur damai demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Decky Tjahjono Triyoga menegaskan, kesepakatan damai tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat.

“Dengan adanya perdamaian ini, kami berharap tidak ada lagi konflik serupa. Semua pihak diharapkan menahan diri dan mengedepankan komunikasi apabila muncul persoalan,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Ia menambahkan, kepolisian akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dan memfasilitasi dialog guna mencegah potensi konflik sejak dini.

Upaya preventif, kata dia, menjadi prioritas agar situasi kamtibmas tetap kondusif. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Perwakilan kedua kubu saling berjabat tangan sebagai simbol komitmen membuka lembaran baru tanpa konflik.

“Kami berharap penyelesaian ini menjadi contoh bahwa setiap persoalan di masyarakat dapat diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi, tanpa harus berujung pada tindakan yang merugikan semua pihak,” tutupnya. 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved