Jumat, 10 April 2026

JAWARA DPRD Pasuruan

Dewan Dorong Percepatan Desa Digital Melalui Perbaikan Sistem, SDM, dan Pendampingan

DPRD Pasuruan dorong percepatan desa digital lewat sistem terintegrasi, SDM kompeten, dan pendampingan berkelanjutan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Galih Lintartika
DESA DIGITAL-Forum Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) yang digelar DPRD Kabupaten Pasuruan bersama TribunJatimNetwork merumuskan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan dan mempercepat layanan desa berbasis digital. 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Pasuruan rumuskan percepatan desa digital.
  • Tiga pilar: sistem terintegrasi, SDM kompeten, kolaborasi.
  • Penguatan data dan platform jadi prioritas.
  • Pendampingan dan evaluasi dinilai krusial.
  • Infrastruktur internet desa perlu pemerataan.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Forum Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) yang digelar DPRD Kabupaten Pasuruan bersama TribunJatimNetwork merumuskan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan dan mempercepat layanan desa berbasis digital.

Forum ini menegaskan bahwa digitalisasi desa harus dibangun secara terukur dengan dukungan sistem yang kuat dan sumber daya manusia (SDM) yang siap.

Wakil rakyat menegaskan percepatan desa digital harus bertumpu pada tiga pilar utama: sistem yang terintegrasi, SDM yang kompeten, serta kolaborasi lintas sektor.

Dengan pendekatan tersebut, layanan publik desa diharapkan semakin efisien, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Eko Suryono menyampaikan, desa digital bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan dasar pemerintahan modern.

Disampaikan dia, Transparansi dan pelayanan publik yang cepat, kata dia, hanya bisa terwujud melalui sistem yang terintegrasi.

“Optimalisasi desa digital harus dimulai dari penguatan data dan sistem. Semua pelayanan administrasi hingga informasi publik harus terhubung dalam satu platform,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Awal Ramadhan, PDI Perjuangan Pasuruan Gelar Silaturahmi ke Sejumlah Ponpes

Ia menegaskan, percepatan layanan desa tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi.

Desa harus lebih dulu melakukan inventarisasi potensi dan persoalan agar sistem yang dibangun tepat sasaran.

DPRD juga mengusulkan penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan bagi perangkat desa dan generasi muda.

Kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta instansi terkait dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi.

Baca juga: Belum Kantongi Izin Lengkap, Komisi III DPRD Pasuruan Minta Proyek Pengurukan di Winongan Dihentikan

“SDM adalah faktor penentu. Sistem secanggih apa pun tidak akan berjalan jika tidak dikelola oleh orang yang kompeten,” tegas Eko.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Laily Qomariyah menekankan pentingnya pendampingan yang konsisten agar program desa digital tidak berhenti pada tataran konsep.

“Implementasi harus maksimal. Harus ada pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Tujuannya jelas, pelayanan publik yang cepat, transparan, dan memudahkan masyarakat,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved