Kamis, 30 April 2026

Berita Pasuruan

Sampoerna Kick-Off Surveillance AWS 2026, Perkuat Konservasi Hulu dan Efisiensi Air

Sampoerna Kick-Off Surveillance, AWS 2026, Perkuat Konservasi Hulu dan Efisiensi Air

Tayang:
TribunJatimTimur.com/Dok PT HM Sampoerna
KICK OFF - Sampoerna Kick Off re sertifikasi AWS 2026. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Komitmen menjaga keberlanjutan sumber daya air kembali ditegaskan PT HM Sampoerna Tbk – Sukorejo Plant dengan Kick-Off Program Re-Sertifikasi Alliance for Water Stewardship (AWS) 2026 di Wana Wisata Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Senin (27/4/2026) sore.

Mengusung tema “Konservasi di Hulu, Efisiensi di Pabrik untuk Keberlanjutan Air di Masa Depan”, kegiatan ini menjadi penanda berlanjutnya upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan air, dari kawasan hulu hingga proses produksi di pabrik.

Sejak mengantongi sertifikasi AWS pada 2019 dan berhasil melakukan resertifikasi pada 2025, Sampoerna konsisten memperkuat program keberlanjutan air.

Salah satunya melalui program CSR Water Sustainability Program (WASP) yang difokuskan di kawasan hulu DAS Gumandar.

Baca juga: RSUD Grati dan Unair Jalin Kesepakatan untuk Perkuat Mutu dan SDM Kesehatan

Memasuki 2026, komitmen itu diperluas melalui inisiatif Hutan Asuh Sampoerna, sebagai bagian dari skema Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH).

Program ini memuat sejumlah langkah konkret, seperti penanaman 2.000 pohon, pembangunan sumur resapan, pendampingan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), serta edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat sekitar.

Manager MNF Sustainability PT HM Sampoerna Tbk Sukorejo Yoseph Lodovikus menegaskan, keberlanjutan air tidak bisa hanya bertumpu pada efisiensi di sektor industri, tetapi harus dimulai dari perlindungan kawasan hulu.

“Komitmen kami terhadap keberlanjutan air tidak hanya melalui efisiensi di pabrik, tetapi juga melalui konservasi di hulu. Dengan kolaborasi multipihak, kami berharap program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Melalui langkah ini, ia menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan tidak berhenti pada perencanaan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata.

Dari hulu yang dijaga, hingga hilir yang dikelola secara efisien, keberlanjutan air diharapkan tetap terpelihara bagi generasi kini dan mendatang.

Direktur Cempaka Foundation Sarifudin Lathif menilai keberhasilan program konservasi sangat ditentukan oleh sinergi berbagai pihak.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar program tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan.

Baca juga: Polisi Mangkir, Sidang Perdana Praperadilan TPPU Tersangka Narkoba Ditunda

“Program Hutan Asuh Sampoerna menjadi contoh bagaimana skema PJLH dapat berjalan efektif, tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal,” katanya.

Selain sebagai seremoni peluncuran, kegiatan ini juga menjadi ruang sosialisasi rencana kerja implementasi standar AWS tahun 2026, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan air di DAS Gumandar.

Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional dan daerah terkait pengelolaan sumber daya air dan lingkungan hidup, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor air bersih, perubahan iklim, ekosistem daratan, dan kemitraan.

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved