Wawancara Ekslusif
PDIP Jatim Yakin Jokowi Dukung Ganjar Pranowo
Jokowi yang merupakan Presiden dua periode dinilai tidak akan lupa pada pada parpol yang menjadi tempat bernaungnya.
Tidak seperti itu, cawapres tetap sangat penting. Bagi PDIP Perjuangan, capres-cawapres itu pasangan. Kepala daerah dan wakil kepala daerah itu pasangan bukan yang dipentingkan kepala daerahnya saja.
Karena ini satu kesatuan penting. Pasti penentuan cawapres akan menambah elektabilitas Mas Ganjar. Kalau kita lihat di beberapa survei, misalnya Pusdeham, surveinya UMM dan SSC. Itu elektabilitas Mas Ganjar diatas calon lain. Walaupun memang rangenya belum tinggi.
Yang sudah 60 persen itu ada Kota Surabaya dan Ngawi. Tapi yang lain kan belum.
Maksimal masih 50 persen. Maka fungsi wakil menjadi sangat strategis untuk menambal suara.
Banyak kader PDIP yang saat ini berada di eksekutif. Sejauh mana anda melihat kader di eksekutif untuk meningkatkan elektabilitas partai?
Jadi skemanya bahwa kami ini kan kader partai. Ditugaskan di eksekutif atau legislatif, maka tidak boleh melupakan induk organisasi, sehingga di manapun bertugas, kembali ke induk organisasinya. Ingat apa visinya partai.
Lalu tugasnya adalah memperbesar suara PDI perjuangan melalui influence mereka. Maka mereka harus tampil baik, kinerja baik. Karena partai juga punya tools untuk mengukur mereka.
Maka Ibu selalu memberikan perintah jangan jauhi rakyat. Kalau kamu ingin kepilih lagi turun, turun dan turun. Keluar dari zona nyaman semuanya. Itu pituturnya beliau kepada kami.
Terkait itu kita tahu pak Jokowi Adalah juga kapten partai petugas partai PDIP sejauh mana anda menangkap peran penting Pak Jokowi dalam meningkatkan elektabilitas PDIP.
Saya melihat beliau mampu menjadi etalase partai. Terbukti juga di medsos beliau. Banyak yang memuji kinerja beliau.
Saya sering melihat akunnya Pak Jokowi, akun partai. Komentar positif banyak. Bahwa pilihan tepat menempatkan Pak Jokowi sebagai kader PDI Perjuangan untuk jadi presiden. Tapi karena manusia tidak ada yang sempurna, haters juga ada. Tidak apa-apa.
Sejumlah hasil survei menyebut bahwa endorser Pak Jokowi itu luar biasa terhadap siapapun presiden penggantinya. Sehingga kelihatan calon yang lain juga memanfaatkan ini. Apakah itu menjadi kekhawatiran PDIP di Jatim bisa merugikan Pak Ganjar?
Sejauh ini menurut saya masyarakat Jawa Timur itu rasional. Karena saya baca hasil survei. Mereka yang merasa mendapat keuntungan dengan menempel Pak Jokowi.
Ya yang namanya mereka mendapat keuntungan ya akan nempel terus. Tapi saya kira orang juga mampu membaca. Bahwa Pak Jokowi kader PDI Perjuangan. Sekarang posisi beliau sebagai Presiden. Kan beliau menjadi di titik zero.
Artinya dengan semua calon beliau baik. Sebagai negarawan memang harus begitu. Saya percaya dan kami semua yakin, Pak Jokowi tidak akan pernah meninggalkan kandang. Pemilunya kan masih panjang.
Apakah pernah Pak Jokowi mungkin disela kunjungan ke Jawa Timur, dan melakukan pertemuan khusus dengan kader PDIP di Jawa Timur?
Dulu di periode pertama pernah. Setelah itu mungkin karena tugasnya banyak banget ya karena sudah pernah ya sudah cukup.
Jawa Timur sudah dianggap bisa sendiri. Dan Pak Jokowi kan juga berpikir bahwa kalau hanya tetap berada di partai jadi dukungan publik ya kurang. Kita ini kan dapat 21 persen.
Kalau di Jawa Timur 22 persen. Beliau kan butuh dukungan publik yang luas. Sehingga beliau kan harus jalan kemana-mana tidak hanya di PDI Perjuangan saja. Karena kan PDI Perjuangan sudah jadi rumahnya. Asumsinya kan kalau rumah itu tidak ada yang tidak pulang. Dan tidak mendukung orang dalam rumah.
Rakernas nanti apakah Pak Jokowi akan hadir?
Pasti rawuh dan berkali-kali kita rakernas beliau kan selalu hadir.
Untuk Jawa Timur apakah nanti ada aspirasi khusus baik untuk ketua umum atau Pak Jokowi di Rakernas?
Kan kalau kita bicara nasional itu bicaranya adalah kepentingan merumuskan nasionalis. Ini rumuskan kan harus umum. Kita kan harus mampu memberikan sesuai karakter masing-masing. Contoh Jawa Timur ada lima kebudayaan. Masing-masing pendekatan khususnya tidak sama karena disesuaikan dengan kultur masyarakat setempat untuk membangun strategi. Kita memotret keadaan kami. Nanti akan punya strategi seperti ini. Nah, nanti nasional akan memberikan masukan apa. Tentu target nasional, Jawa Timur harus menang. Karena kita dua kali menang.
Apakah nanti termasuk aspirasi kader PDIP untuk mengusulkan cawapres Pak Ganjar?
Kami itu tetap dalam satu ketentuan bersama. Bahwa ibu itu bukan orang yang tidak bisa melihat. Ibu itu wise dan melihat secara holistik semua. Jadi kami percayakan ke Ibu saja.
Kami pernah waktu Rakernas sebelumnya ditanya. Kita sudah memberikan nama sosok. Kemudian digodok di nasional.
Kalau boleh berandai-andai, sosok cawapres dari Jawa Timur. Siapakah menurut anda yang paling cocok?
Kita sudah punya ketentuan. Di Kongres partai sudah diputuskan. Ketua umum sebagai sebuah institusi diberikan sebuah hak namanya hak prerogratif.
Ini menyangkut ke dalam dan luar republik ini dan ke dalam dan luar partai. Yang sangat strategis bagi kehidupan berbangsa dan bernegara jadi sudah. Kami tegak lurus saja.
Dari hasil survei di Jawa Timur, ada sejumlah nama yang dianggap sebagai kandidat cawapres kuat. Pertama Khofifah Indar Parawansa, Ridwan Kamil dan lain-lain. Banyak yang menilai Bu Mega dengan Khofifah juga sangat akrab. Apakah anda setuju misalnya Bu Khofifah jadi cawares Ganjar?
Pertanyaannya setuju atau tidak setuju. Saya tidak bisa jawab. Kami samikna wa atho'na kepada ketua umum.
Bu Khofifah orang baik, Pak Ridwan Kamil orang baik. Tetapi kan kemudian kita sudah punya rumusan yang rumusan itu paten. Kenapa paten?, karena partai politik itu sesungguhnya juga butuh yang namanya kedisiplinan. Biar nanti jadi keputusan Ibu ketua umum.
Pilpres bersamaan dengan Pileg. Banyak yang menganggap para caleg akan lebih sibuk dengan urusan masing-masing. Ketimbang pemenangan Pilpres. Bagaimana anda melihat ini?
Statemen itu sebenarnya tidak terbukti. Karena buktinya Pak Jokowi menang. 2014 Pak Jokowi menang 53 persen dan kami hanya dapat 19 persen. Lalu, 2019 Pak Jokowi 65 persen lebih. Kami hanya dapat 22 persen. Artinya, Pileg dan Pilpres itu satu tarikan nafas. Maka setiap gambar caleg harus ada gambar Mas Ganjar.
Kan Pilpres ini pengusungnya kan adalah parpol atau gabungan partai politik. Sehingga kalau sudah berani ngusung dengan segala resources yang ada ya harus tanggung jawab. Harus memenangkan. Sudah ada SOP dan pakta integritas di PDI Perjuangan.
Menjelang penetapan DCT, apakah nanti akan ada perubahan yang signifikan dibanding DCS kemarin yang sudah diumumkan untuk daftar caleg. Misalnya keterwakilan perempuan.
Kalau saya cek kemarin, karena kita mengikuti pola sebelumnya. Pembulatan keatas dan kebawah. KPU kan minta begitu. Tapi kami sudah mempersiapkan 30 persen. Tapi ada juga yang ketika susah nyari perempuan, mereka masih membulatkan ke bawah. Sehingga kita akan terus pantau.
Apakah ada dapil khusus yang jadi atensi untuk meningkatkan kursi?. Misal dari dua kursi langsung empat.
Pengalamannya kalau dua melompat ke empat belum pernah. Tapi satu ke dua atau dua ke tiga itu ada. Contohnya di Malang Raya dari dua ketiga. Nah, ini kami targetkan ke empat.
Surabaya juga begitu. Kami punya target yang sudah diputuskan dalam Rakerda. Untuk DPR RI naik empat, dari 21 ke 25. Untuk DPRD Jatim dari 27 ke 45 kursi atau 37 persen. Untuk kabupaten/kota dari 326 ke 500 sekian.
Khusus di Jawa Timur apakah nanti ada turunannya terkait semangat Bu Mega untuk ketahanan pangan ini. Apakah ada kegiatan lanjutan?
Pasti ada. Biasanya dari Rakernas, apa yang akan kita kerjakan akan kita bikin. Contohnya gerakan menanam pohon.
Terakhir, apa yang ingin anda sampaikan untuk konsolidasi menjelang Pemilu?
Kepada seluruh saudara-saudara kami kader-kader yang di eksekutif, legislatif maupun yang ada di partai. Mari kita terus bekerja ketuk pintu-pintu rakyat kenalkan Mas Ganjar pranowo sebagai calon Presiden Republik Indonesia yang telah cukup bekal untuk menjadi calon. Mas Ganjar memiliki reputasi baik.
PDI Perjuangan akan terus bersama dengan partai-partai Koalisi yang lain untuk berjalan mengetuk pintu pintu. Menyampaikan agar kemudian kita PDI perjuangan untuk berada di depan untuk menjadi pemandu bagi proses untuk kita menyampaikan hasil.
Dan apa saja nanti Rakernas dan sebagainya kepada masyarakat. Pada prinsipnya seluruh kader sesuai perintah Ibu Ketua umum, agar keluar dari zona nyaman.
Terutama yang legislatif. Yang eksekutif kerja keras tidak boleh korupsi semuanya harus kembali sesuai jati dirinya sebagai petugas negara yang baik dan kemudian seluruh kader-kader partai standby di tempat untuk terus bekerja berjalan sampai kita mencapai hatrick spektakuler.
(Yusron Naufal/TribunJatimTimur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Sekretaris-DPD-PDI-Perjuangan-Jatim-Sri-Untari.jpg)