Berita Jember
Misteri Pembunuhan TKW Jember di Malaysia Terungkap
Dikabarkan pelaku adalah MJ (20) yang juga seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pelaku dikabarkan juga meninggal dunia.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Polisi Malaysia dikabarkan telah mengungkap pembunuh Windri Nur Fadila (19), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa/Kecamatan Jenggawah Jember, yang tewas di Malaysia, pada 29 Januari 2024 lalu.
Dikabarkan pelaku adalah MJ (20) yang juga seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pelaku dikabarkan juga meninggal dunia.
Ninik, bibi Korban mengatakan memperoleh informasi tersebut dari serikat Buruh Migran Indonesia Jember, yang sekarang sudah berada di rumah keluarga pelaku.
Dia bilang pelaku pembunuhan terhadap tersebut berasal dari Desa Jatisari Kecamatan Jenggawah Jember.
"Bukan tetangga, cuma satu Kecamatan hanya beda desa saja. Pelaku asal Desa Jatisari," ujar Ninik, Kamis (1/2/2024).
Baca juga: Resmikan Klinik Mata KMU Trenggalek, Bupati Mas Ipin Optimis Operasi Katarak Berantas Kebutaan
Ninik mengaku tidak tahu hubungan pelaku dengan keponakannya saat berada di Negeri Jiran. Sebab selama bekerja di negara tetangga tidak pernah cerita apapun.
"Kami tidak tahu yang sebenarnya, soalnya korban sudah tidak ada (meninggal dunia). Kami juga kurang tahu, tahu-tahu ada berita seperti ini, kami pun juga kaget," katanya.
Dia bilang, keluarga korban tidak menuntut apapun dan menghormati proses hukum yang ada. Sebab pelaku sendiri ditemukan juga sudah tewas.
"Mau menuntut keduanya sama-sama sudah meninggal. Mau menuntut keluarga yang di Jatisari, sama juga kondisi mereka dengan keluarga korban di sini," katanya.
Baca juga: Musrenbang RKPD, Bupati Ipuk Tekankan Peningkatan SDM dan Ekonomi
Ninik mengatakan sekarang keluarga korban maupun pelaku hanya berusaha cari cara agar keduanya bisa dipulangkan ke tanah air Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Sub Koordinator Perlindungan PMI Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Rida Herawati mengaku masih berkoordinasi dengan Disnaker Provinsi Jawa Timur, untuk pemulangan jenazah korban dan palaku.
"Tentu bekerja sama dengan KBRI juga, jadi sekarang dalam proses. Karena pemulangan jenazah yang meninggal karena sakit, dengan yang berkasus sangat berbeda," tanggapnya.
Namun dia mengaku belum bisa memastikan tanggal kedua jenazah ilegal ini akan dipulangkan.
"Kami sudah bersurat ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia," kata Rida.
Rida juga mengaku tidak tahu motif pembunuhan tersebut. Meskipun rumor di media sosial mengabarkan adanya hubungan asmara antara korban dengan pelaku.
"Rumor di Tiktok dan Facebook memang seperti itu. Tetapi kami tidak tahu pastinya. Namun yang pasti keduanya berangkat ke Malaysia secara ilegal," jlentrehnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)
| Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember |
|
|---|
| Tradisi Kupatan Jember, 36 Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo |
|
|---|
| Suwar Suwir Jadi Oleh-oleh Favorit Lebaran di Jember, Omzet Penjual Rp 6 Juta Sehari |
|
|---|
| Pegadaian Jember Melayani Sepenuh Hati Lewat Program Gadai Bebas Bunga Jelang Lebaran |
|
|---|
| Dukung Ketahanan Pangan dari Desa, STAPA Center Kenalkan Program DEFA di 6 Kabupaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Postingan-foto-TKW-Jember-sebelum-tewas-di-Malaysia.jpg)