Berita Viral

Viral Aksi Emak-emak Pengendara Sepeda Listrik Roda 3 Lawan Arah, Kendaraan Sampai Mengalah

Viral di media sosial aksi emak-emak pengendara sepeda listrik roda tiga lawan arah hingga kendaraan sampai mengalah.

Editor: Luky Setiyawan
X
Viral di media sosial aksi emak-emak pengendara sepeda listrik roda tiga lawan arah hingga kendaraan sampai mengalah. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Viral di media sosial aksi emak-emak pengendara sepeda listrik roda tiga nekat melawan arah.

Bahkan, sejumlah kendaraan yang berada di jalur dilewati emak-emak tersebut sampai mengalah.

Aksi emak-emak pengendara sepeda listrik roda tiga nekat melawan arah itu viral usai terekam kamera.

Rekaman itu dibagikan di sejumlah akun media sosial, salah satunya oleh akun Twitter atau X @onadhib.

Baca juga: Viral Usai Ludahi Pelanggan Karena Pesanan Dibatalkan, Terungkap Sosok Driver Ojek Online

Baca juga: VIRAL Sosok Ustadzah Gendong Bayi Saat Pimpin Pengajian, Asuh Anak Sambil Ngajar, Tuai Pujian

Dalam video viral itu tampak seorang ibu tengah mengendarai sepeda listrik roda tiga bukan di jalurnya.

Bahkan, ibu itu tampak membuat kendaraan yang sudah berada di jalurnya mengalah dan melewati ibu tersebut.

Tak lama, ibu tersebut pun diadang oleh pria dan ditegur.

Namun, ia tampak tidak mau mengalah dan masih melanjutkan perjalanannnya.

Terkait hal itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sonny Susmana mengatakan, berkendara di jalan raya harus memenuhi syarat kondisi yang waras.

“Menurut saya beraktifitas berkendara di tempat umum harus memenuhi syarat waras. Orang waras tau mana yang benar dan salah,” kata Sony Senin (18/3/2024), dikutip TribunJabar.id dari Kompas.com.

Sony menyebut, dengan kondisi yang waras dalam berkendara akan membuat pengemudi sadar mematuhi aturan lalu lintas, dan tidak akan melawan arah.

“Sehingga dia mematuhi aturan lalu lintas agar tidak membahayakan orang lain, atau berproses ketika diberitahukan mana yang benar. Tapi kalau sudah tidak mau tau itu tanda-tanda nggak waras,” kata Sony.

Terpisah, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving and Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, ibu-ibu dijalan sering meresahkan karena kurang paham konsep kesadaran mengenai bahaya.

“Ibu-ibu kadang-kadang kesadaran tentang bahaya itu kurang di jalan. Kita bisa melihat ibu-ibu di jalan pasang sein kanan belok ke kiri atau sein kiri belok kanan, atau malah terus atau berjalan terlalu pelan di arus kencang yang mana membahayakan dirinya dan orang lain,” kata Jusri.

Kesadaran mengenai bahaya menjadi masalah satu dasar dalam berkendara.
Namun, konsep sadar mengenai bahaya beda dengan safety riding, sebab berkendara aman adalah caranya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved