Hikmah Ramadan
Berburu Malam Seribu Bulan
Kesehatan jasmani dan Kesehatan Rohani merupakan bekal utama bagi kita untuk “berburu malam seribu bulan”
Oleh : M. Hasan Ubaidillah
TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Matahari sepertinya enggan menampakkan diri, padahal petunjuk waktu pada arloji yang aku gunakan sudah menunjukkan pukul 07.30, tigapuluh menit lagi waktunya shoting untuk program Syi’ar Ramadhan pada salah satu Televisi Swasta yang secara rutin disiarkan pada Pukul 17.00-18.00 WIB selama Ramadhan untuk menemani berbuka puasa.
Sajian tema yang berkaitan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari selama menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan membuat program ini banyak diminati khusnya untuk kalangan ibu-ibu, karena disegmen akhir program ini menyajikan tutorial untuk membuat menu berbuka puasa dan menu sahur yang mudah tapi sangat lezat serta memenuhi standar gizi yang cukup.
Terpenuhinya asupan vitamin dengan konsumsi makanan yang bergizi membuat tubuh kita terjaga kesehatannya, sedangkan asupan vitamin untuk Rohani disajikan dalam kajian keagamaan yang menjadi panduan untuk kesuksesan ibadah puasa yang kita lakukan sehingga kita menjadi sehat jasmani dan Rohani.
Kesehatan jasmani dan Kesehatan Rohani merupakan bekal utama bagi kita untuk “berburu malam seribu bulan”. Dengan kondisi fisik yang prima kita bisa melakukan ibadah dengan baik, dengan kondisi Rohani yang bersih kita bisa beribadah dengan khusyu’ dan mampu menangkap dan merasakan getaran-getaran datangnya Lailatul Qodar yaitu satu malam yang nilainya lebih utama dari seribu bulan.
Baca juga: Pilgub Jatim 2024, PDIP Mulai Dekati Khofifah
Tentunya kebanyakan ummat Islam berkeinginan untuk merasakan dan menikmati sensasi spiritual malam seribu bulan tersebut, sehingga untuk mendapatkannya sebagaian dari mereka ber khalwat atau menyendiri ditempat-tempat yang sunyi dan hening seperti disudut-sudut masjid, sebagian yang lain memadati ditempat-tempat khusus yang mereka yakini dapat memberikan nilai spiritual sendiri bagi mereka seperti dimakbaroh orang-orang sholeh. Maka tidaklah mengherankan apabila kita menyaksikan para peziarah di makbaroh para wali-wali Allah begitu ramai, mereka melantunan dzikir dan berdo’a agar segala urusan serta hajat hidupnya dikabulkan oleh Allah SWT dengan mengharapkan keberkahan dari malam Lailatul Qodr.
Lantas kapan waktu yang pas untuk berburu malam seribu bulan tersebut ? disinilah kita harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Dalam hal ini Rasulullah memberikan beberapa petunjuknya diantaranya sebagaimana hadits Riwayat Ibn Umar sebagai berikut :Sesungguhnya salah seorang dari sahabat bermipi bertemu lailatul qodr didalam tidurnya pada 7 hari terakhir dari bulan Ramadhan, maka Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya saya melihat mimpimu itu dan sungguh lailatul Qodr itu turun di 7 hari terakhir di bulan Ramadhan, maka siapa saja yang menyengaja mencarinya, carilah di 7 hari terakhir dibulan Ramadahan (Musnad Ahmad).
Baca juga: Penjaga Tambak Udang Ditemukan Tewas Saat Ambil Hasil Tangkapan
Didalam Riwayat yang dinukil dari Ibn Abbas, Rasulullah SAW bersabda : Dapatkahlah lailatul Qodr pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan (HR. Buchori). Lebih lanjut Ibn Abbas meriwayatkan bahwa suatu Hari Umar Ibn Khattab memanggil para sahabat Rasulullah SAW kemudian menanyakan perihal malam Lailatul Qodr, maka mereka bersepakat bahwa malam tersebut jatuh pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Kemudian Ibn Abbas berkata : sesungguhnya aku tahu malam keberapakah itu, kemudian umar bertanya “ malam keberapa ? Ibn Abbas pun menjawab bahwa itu adalah malam tujuh pertama bulan Ramadhan atau malam ketujuh pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan.
Berdasarkan berbagai Riwayat tersebut dalam kitab Mathla’ul Badrain wa Majma’ al Bahrain Imam Muhammad Ibn Isma’il Dawud al-Fathani menjelaskan bahwa Lailatul Qadr itu dapat diketahui berdasarkan kapan hari pertama bulan Ramadhan yaitu : jika awal Ramadhan hari ahad atau rabu, maka Lailatul Qodr ada pada malam ke 29, jika awal Ramadhan hari senin, maka Lailatul Qodr ada dimalam ke 21, jika awal Ramadhan hari selasa atau jumat maka Lailatul Qodr ada dimalam ke 27, jika awal Ramadhan hari kamis, maka Lailatul Qodr ada dimalam ke 25 dan jika awal Ramadhan hari sabtu, maka Lailatul Qodr ada dimalam ke-23.
Baca juga: Masuk Musim Panen, Harga Gabah Anjlok di Angka Rp 5.300 Per Kilogram
Setelah kita mengetahui perkiraan kapan waktu Lailatul Qodr tersebut diturunkan oleh Allah SWT, tentunya kita juga harus mengetahui bagaimana tanda-tandanya sehingga kita bisa mengamati dan merasakannya. Dalam beberapa Riwayat dijelaskan bahwa Ketika Lailatul Qodr berlalu, bumi tidak terasa dingin, tidak juga panas dan matahari terlihat berwarna merah pudar (HR. Ibn Khuzaimah dari Ibn Abbas). Dalam Riwayat lain dijelaskan Pada malam itu bumi tidak terasa panas ataupun dingin, dunia sunyi dan rembulan bersinar dengan Cahaya yang teduh (HR.Ahmad).
Dengan mengetahui dan memahami perkiraan waktu dan tanda-tanda turunnya malam seribu bulan tersebut, maka mari kita bersama-sama mempersiapkan diri untuk berburu malam seribu bulan tersebut dengan membersihkan hati dan pikiran kita dari hal-hal tercela serta melembutkan hati kita dengan peduli kepada sesama. Dengan demikian insyaallah kita akan dapat menemukan malam seribu bulan. Mudah-mudahan matahari tidak lagi enggan menampakkan diri seperti saat aku menulis artikrel ini sehingga tanda-tanda keberadaan Lailatul Qodr dapat kita rasakan Bersama. Selamat berburu malam seribu bulan semoga sukses.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran di Whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/M-Hasan-Ubaidillah.jpg)