Minggu, 3 Mei 2026

Berita Situbondo

Cegah Stunting, Satgas GKMNU Situbondo Gelar Lomba Drama

Tujuannya, kata bidan Desa Sumbertengah itu, agar masyarakat hadir di posyandu.

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Izi Hartono
Peserta lomba drama cegah stunting sedang menunjukkan kreasinya. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Hujan tak menyurutkan semangat para peserta pagelaran kreativitas seni dan budaya yang dilaksanakan di Situbondo, Minggu (15/12/2024).

Baca juga: Usai Menangi Gugatatan di PN, KPU Banyuwangi Fokus Hadapi Persidangan MK

Para peserta dari berbagai komunitas tetap semangat mengikuti panggung seni dan budaya tersebut.

Kegiatan seni dan budaya yang dimotori Satgas Gerakan Keluarga Maslahar Nahdalatur Ulama (GKMNU) ini dikemas dengan lomba drama. Ini sebagai upaya mensosialisasikan pencegah stunting.

Salah seorang peserta, Ika Puspita mengatakan, selama ini pihaknya telah melakukan perbaikan rumah dan memberi bantuan makanan tambahan (BMT) dengan menu yang menarik.

Tujuannya, kata bidan Desa Sumbertengah itu, agar masyarakat hadir di posyandu.

"Selain itu untuk kasus risiko stunting, kami minta segera masyarakat datang ke puskesmas dan ke dokter serta Dinas Kesehatan agar mendapat penanganan," ujarnya.

Saat ditanya respons masyarakat, Ika Puspita mengaku sangat baik bagi masyarakat yang memiliki anak berisiko stuting.

"Masyarakat cukup respons dengan memeriksakannya," katanya.

Terkait kendala, Ika Puspita menjelaskan, banyak masyarakat yang sulit untuk memberikan informasi terhadap keadaan keluarganya.

Baca juga: BPBD Bondowoso Gelar Apel Siaga Hidrometeorologi dan Simulasi Evakuasi Gunung Raung

"Kita telah mengajak Pak Kades Dan Bu Kades, kader desa serta petugas puskesmas untuk datang ke rumah masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Camat Bungatan, Yogie Kripsiansyah megatakan, satgas gerakan keluarga maslahat NU sangat mendukung diadakanya lomba drama cegah stunting ini.

Dengan pendekatan ini, kata Yogie, pencegahan stuting lebih masif kepada masyarakat dan mudah diterima.

"Stunting sangat penting dicegah, karena menjadi perioritas program nasional yang harus dituntaskan," kata Yogie.

Yogie bersyukur angka stunting di Situbondo menurun berkat dukungan semua pihak.

Baca juga: Jelang Nataru Stok Minyak dan Gula Aman, Beras Impor di Gudang Bulog  Bondowoso Capai 10 Ribuan Ton

Peran NU, lanjut Yogie, untuk mengkaloborasi dalam mengedukasi terhadap warga nahdiyin yang ada di pedesaan.

"Kinerja kita langsung turun ke masyarakat, bagaimana program NU Pusat ini bisa menyentuh ke masyarakat," pungkasnya.

 

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

 

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

 

(Izi Hartono/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved