Senin, 27 April 2026

Pupuk Subsidi

Petani Bondowoso Sudah Bisa Tebus Pupuk Subsidi 

Hanya dengan membawa KTP saja dan wajib ditebus sendiri atau menggunakan surat kuasa jika tak bisa datang langsung.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Sinca Ari Pangestu
Pj Bupati Bondowoso Muhammad Hadi Wawan Guntoro dan Plh Sekda Haeriyah Yuliati bersama Dispertan meninjau ketersediaan pupuk di salah satu kios di Desa Bukor, Kecamatan Wringin pada November 2024 lalu 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Petani di Bondowoso sudah bisa menebus pupuk subsidi. Hanya dengan membawa KTP saja dan wajib ditebus sendiri atau menggunakan surat kuasa jika tak bisa datang langsung.

Karena jatah pupuk bersubsidi disebut telah dikirim ke distributor. Hanya tergantung kios-kios apakah sudah melakukan penebusan ke distributor. Namun dipastikan stok ke petani sudah masuk.

"Sudah bisa per 2 Januari lalu. Tergantung kiosnya sudah melakuka penebusan atau tidak," jelas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Hendri Widotono.

Ia menerangkan saat ini petani bisa mengetahui berapa jatah pupuk subsidinya selama setahun. 

Baca juga: Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Situbondo

Saat ini, daftar jatah pupuk subsidi petani wajib ditempel di seluruh kios, kantor desa dan kantor kecamatan masing-masing.

Sebelum itu sosialisasi RDKK juga dilakukan oleh PPL.

"Petani bisa cari informasi disana, jatahnya berapa," jelasnya pada TribunJatimTimur.com, pada Jum'at (10/1/2025) pagi.

Ia menerangkan di Bondowoso petani yang mendapatkan jatah pupuk bersubsidi hanya di 22 kecamatan, minus Kecamatan Ijen.

Karena di Kecamatan Ijen berkaitan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kelestarian hutan. 

Tak boleh menggunakan pupuk kimia. Selain itu komoditas tamanan yang dibudidayakan harus termasuk komoditas yang berhak menerima pupuk bersubsidi.

"Ijen tetap tidak boleh," ujarnya.

Baca juga: Ribuan Warga Pasuruan Hadiri Tasyakuran Penetapan Mas Rusdi-Gus Shobih

AE PT Pupuk Indonesia, Slamet Saputra menjelaskan, pihaknya benar telah mengirim pupuk telah didistirbusikan sejak awal tahun 2025.

Di Bondowoso ada 11 distributor dengan total 198 kios. "Kita dua gudang penyimpanan di DPP Wonosari dan Curahdami," ungkapnya.

Alokasi pupuk 2025 Bondowoso yaitu untuk urea sebanyak 32.309 ton, NPK sebanyak 22.201 ton dan pupuk organik sebanyak 181 ton.

Manager Jatim 3 Pupuk Indonesia, Sri Purwanto memastikan, stok di DPP Wonosari dan Curahdami bisa memenuhi kebutuhan pupuk awal tahun ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved