Senin, 13 April 2026

Penyakit Mulut dan Kuku

Disnakkan Bondowoso Terima Vaksin PMK, Tapi Cari Solusi Anggaran Peralatan Vaksinasi

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso mulai menerima vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 3.525 dosis

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
sapi di kandang milik Abduh warga Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Bondowoso  

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso mulai menerima vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 3.525 dosis.

Menurut Plt Kepala Disnakkan, Hendri Widotono, vaksin PMK ini didapat dari pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi."Sebanyak 3.525 dosis," katanya pada TribunJatimTimur.com, pada Kamis (16/1/2025).

Ia menegaskan, jumah vaksin PMK yang diterima di tahap pertama ini memang masih sedikit. Namun selanjutnya, disebut masih akan datang lagi bantuan vaksin PMK meski belum diketahui pasti waktu dan jumlahnya.

Tapi disebut Hendri, pihaknya mengajukan bantuan vaksin PMK dengan jumlah 2/3 dari total populasi sapi di Bondowoso

Ditambahkannya, bahwa Disnakkan hanya menerima dosis vaksin saja. Tak ada bantuan untuk alat pelindung diri (APD), biaya peralatan, atau pun perawatan.

Artinya, Disnakkan masih belum bisa menggunakan bantuan dosis vaksin ini. Karena, selain peralatannya belum ada, pihaknya sendiri belum menganggarkan untuk peralatan. "Ini masih kami rapatkan sejenak dengan teman-teman," katanya.

Namun begitu, pihaknya tetap menargetkan akan melakukan penyuntikan vaksin secepatnya. Dengan menyasar khusus kawasan yang memiliki kasus PMK tinggi.Seperti yakni Kecamatan Cermee, Prajekan, Botolinggo, dan Maesan.

Disinggung tentang penutupan pasar hewan, kata Hendri, menjadi kewenangan petugas otoritas veteriner. Namun, jika melihat kasus dan tingkat kematian hewan karena PMK msih kecil, yakni tiga kasus kematian.

Namun begitu, pihaknya akan membatasi ternak dari luar masuk ke Bondowoso melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Diskoperindag. "Penyekatan. Preventif," ujarnya.

Baca juga: Dinas Kesehatan Banyuwangi Waspadai Ancaman Demam Berdarah

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Bondowoso, Kukuh Rahardjo bersama anggota komisinya melakukan kunjungan kerja ke Disnakkan, pada Kamis (16/1/2025).

Menurutnya, salah satu yang menjadi sorotan yakni terkait kasus PMK yang terjadi di Bondowoso. Karena, Disnakkan Bondowoso sudah menerima vaksin PMK. Namun hanya dosisnya saja, tanpa ada bantuan perlatan dan sejenisnya.

"Kami mencari solusi. Tinggal bagaimana bisa melaksanakan vaksin yang ada ini dulu," ujarnya.

Dirinya pun menyebut penggunaan biaya tidak tetap (BTT) bisa menjadi opsi. Namun, yang diutamakan yakni mencoba memaksimalkan di tingkat dinas dalam pengadaan penggunaan peralatan vaksinasi. "Di level kebijakan, kita dorong untuk bisa divaksinkan itu," terangnya.

Di lain sisi, pihaknya mendorong Disnakkan juga mensosialisasikan lebih masif tentang PMK ini. Mulai dari daging sapi yang ternyata bisa tetap dikonsumsi meski terkena PMK. Namun memang sesuai dengan petunjuk Disnakkan.

"Agar masyarakat tak panik, dan bisa mengkonsumsi sapi dengan tenang," pungkasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved