Berita Pasuruan

Guru dan Wali Murid SDN Jeladri Pasuruan Menangis Setelah Pemkab Akhiri Sengketa Lahan 

Selama ini, lahan SDN Jeladri diklaim milik perseorangan, dan sekarang ahli waris menuntut hak atas tanah itu.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Diskominfo Pasuruan
MENGUNGSI : Wabup Pasuruan Gus Shobih saat melihat aktifitas belajar mengajar para siswa SDN Jeladri I yang mengungsi di rumah warga akibat dampak sengketa lahan bersama ahli waris. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Mata Edy Siswanto, guru SDN Jeladri berkaca - kaca setelah melihat langsung Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori (Gus Shobih) melepas segel yang menempel di beberapa ruang kelas, Rabu (26/2/2025).

Gus Shobih, dan jajaran Pemkab Pasuruan datang untuk menyelesaikan sengketa lahan. Selama ini, lahan SDN Jeladri diklaim milik perseorangan, dan sekarang ahli waris menuntut hak atas tanah itu.

Dalam polemik itu, Edy, dan puluhan guru lain merasakan dampaknya. Bahkan puncaknya saat siswa harus angkat kaki dari gedung sekolah karena ahli waris melarang adanya aktifitas sebelum ada penyelesaian sengketa.

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam, Sapi, dan Telur di Pasar Induk Bondowoso Naik

Edy dan anak - anak didiknya harus berpindah tempat. Pertama pindah ke gedung Madrasah Diniyah (Madin) yang tidak jauh dari sekolah. Setelah itu, saat Madin direhab, anak - anak harus berpindah ke rumah warga.

Edy menjadi salah satu guru yang merelakan rumahnya dijadikan tempat sementara untuk anak - anak SD Jeladri menampung belajar. Ini sudah berjalan berbulan - bulan sejak disegel oleh ahli waris.

“Bapak ibu guru sangat senang sekali karena pak Bupati dan pak Wakil Bupati bisa memberikan perhatian lebih untuk masalah ini. Dan allhamdulilah, persoalan ini bisa terselesaikan,” kata Edy.

Baca juga: Siaran Indosiar! Link Live Stream PSIM Yogyakarta Vs Bhayangkara FC di Final Liga 2 2024, Sore Ini

Dia secara pribadi dan secara kelembagaan sebagai guru, menyampaikan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran yang bisa memberikan kembali tempat belajar untuk anak - anak.

“Mudah - mudahan ini jalan yang terbaik untuk masalah ini. Anak - anak bisa belajar kembali di sekolah dengan nyaman san aman. Terima kasih sudah mau menampung dan memberi tempat untuk anak belajar,” urainya.

Dia mengaku, sebelum ada solusi seperti ini , anak - anak sudah dua kali berpindah tempat untuk sekolah. Pertama menampung di Gedung Madin, dan kedua menampung di rumah - rumah warga.

“Ya kalau ngomong nyaman, pasti tidak nyaman karena belajar di tempat seadanya, tidak ada bangku dan kursinya. Jelas terganggu sekali dan pasti kegiatan belajar mengajar tidak bisa maksimal,” ungkap dia.

Baca juga: Tambah Satu SPPG, Cakupan Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi Meluas

Edy merasa sangat bersyukur dan lega karena anak - anak ini bisa kembali ke sekolah, tanpa ada bayang - bayang sengketa. Sekali lagi ia menyampaikan terima kasih karena sudah memberi ruang untuk belajar.

Selain para guru, wali murid juga meneteskan air mata saat melihat ada langkah tegas dari Pemkab Pasuruan. Mereka merasa sangat terbantu karena ada kepastian bahwa anak - anaknya bisa kembali belajar di sekolah.

“Selama ini kan tidak jelas pak, terkadang sekolah di Madin terus sekolah di rumah warga, ini tidak jelas. Walimurid terbantu dan bersyukur sekali dengan bantuan pak Bupati dan Wakil Bupati,” kata salah satu wali murid. 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved