Berita Jember

Kebakaran Pasar Baru Pandaan Hanguskan 45 Kios dan Lapak, Pemkab Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Baru Pandaan hanguskan 45 kios dan lapak. Pemkab Pasuruan siapkan relokasi agar pedagang bisa segera berjualan kembali.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
tribunjatimtimur/Galih Lintartika
BERI DUKUNGAN: Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko saat mendatangi Pasar Pandaan. Pemkab Pasuruan menyiapkan relokasi untuk pedagang. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Puluhan kios dan lapak di Pasar Baru Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terbakar hebat, Kamis malam (28/8/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. 

Api pertama kali muncul di area tengah los pedagang ayam, ikan, dan sayur, lalu dengan cepat merambat ke sejumlah lapak lain.

Sebanyak 10 kios dan 35 lapak ludes terbakar, sementara 36 kios dan lapak lainnya ikut terdampak. Hingga Jumat siang (29/8), jumlah pedagang yang terdampak tercatat mencapai 91 orang.

Baca juga: Polisi Tangkap Penadah Motor Curian di Jember, Jual Rp 1 Juta hingga Rp 3 Juta

Kepala Pasar Baru Pandaan, Budi Santoso, mengatakan masih melakukan pendataan kerugian akibat kebakaran tersebut. Untuk sementara, area kebakaran ditutup total demi kepentingan penyelidikan kepolisian.

“Lokasi masih ditutup karena menunggu penyelidikan. Semua pedagang dilarang mengambil barang-barang di dalam,” jelas Budi.

Kebakaran ini sontak menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah pengunjung pasar bahkan berhenti sejenak untuk melihat kondisi kios dan lapak yang sudah hangus terbakar.

Pemkab Pasuruan Siapkan Relokasi Pedagang

Pemkab Pasuruan memastikan segera melakukan relokasi pedagang terdampak kebakaran Pasar Baru Pandaan. Hal ini penting agar aktivitas jual beli kebutuhan pokok tidak berhenti terlalu lama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menyebut pihaknya telah meninjau lokasi dan memetakan area yang bisa digunakan sementara sebagai tempat berjualan.

Baca juga: Tipu 97 Jemaah Umrah Dua Direktur Biro Travel Situbondo Ditahan, Rugikan Jamaah Rp 2,4 Miliar

“Beberapa titik di dalam pasar masih memungkinkan untuk dipakai. Relokasi akan segera kita lakukan agar pedagang bisa kembali berjualan,” ujar Yudha.

Menurutnya, percepatan relokasi mendesak dilakukan mengingat sebagian besar pedagang menggantungkan penghasilan hanya dari aktivitas berdagang di pasar tersebut.

“Agar roda perekonomian mereka pulih, relokasi harus cepat. Kami tidak ingin para pedagang terlalu lama terbebani,” tegasnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved