Senin, 27 April 2026

Berita Lamongan

Dampak Banjir, Padi Rusak Dan Terancam Gagal Panen di Lamongan

Banjir itu melanda sejumlah wilayah di Lamongan sejak sepekan terakhir, termasuk menggenangi permukiman dan merendam lahan pertanian.

Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Hanif Mashuri
PASCA KEBANJIRAN - Puluhan hektare tanaman padi Desa Karangwungu, Kecamatan Laren terendam air luapan sungai Bengawan Solo. Hampir sepekan air sungai Bengawan Solo merendam tanaman padi yang baru berusia dua bulan itu, Rabu (5/3/2025). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lamongan - Hektaran tanaman padi milik petani di Kabupaten Lamongan rusak dan terancam gagal panen akibat terendam banjir luapan Bengawan Solo. 

Baca juga: Tawuran Dua Rombongan Patrol Sahur di Kota Probolinggo, Seorang Pemuda Dibacok 

Genangan akibat luapan Sungai Bengawan Solo menenggelamkan tanaman padi hampir sepekan. Dan kini tanaman rusak setelah ditinggalkan air sungai Bengawan Solo.

Banjir itu melanda sejumlah wilayah di Lamongan sejak sepekan terakhir, termasuk menggenangi permukiman dan merendam lahan pertanian.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Karangwungu Lor, Kecamatan Laren yang tak jauh dari bibir tanggul sungai Bengawan Solo.

Tanaman padi yang baru berusia sekitar dua bulan terendam air bercampur lumpur itu sulit dipulihkan untuk bisa tumbuh sempurna.

Baca juga: Liga 1 2024 Persib Bandung Vs Persik Kediri: Prediksi, Head to Head, Link LIve Streaming

Salah satu petani di desa setempat, Marsoan (50) mengatakan sawahnya sudah terendam selama kurang lebih sepekan. Meskipun saat ini air sudah surut, tapi kondisi tanaman padi sudah terlanjut rusak.

"Rusak. Sulit dipulihkan atau tumbuh normal seperti sebelum terendam air," kata Marsoan, Rabu (5/3/2025).

Senada diakui Sumiyah (56), petani lain. Ia menyebut tingkat kerusakan padi sudah cukup parah, kemungkinan besar akan membuat petani gagal panen.

 "Ini bisa gagal panen," tuturnya.

Para petani di wilayah tersebut terpaksa hanya bisa pasrah melihat tanaman padi mereka rusak. Kerugian yang ditanggung petani cukup besar, jika dihitung total dari biaya selama proses tanam, obat-obatan dan perawatan.

Baca juga: Gagal Mencuri dan Dihajar Warga, Pria di Bondowoso Diamankan Petugas Patroli Sahur

Para petani bisa memastikan produksi padi yang mereka tanam itu akan mengalami penurunan yang cukup banyak.

Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban mereka, mengingat tanaman yang sudah rusak tidak bisa dipertahankan.

 

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

 

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

 

(Hanif Mashuri/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved