Berita Jember
Dari Bengkel Sederhana, Industri Spring Bed di Desa Jember Kini Beromset Puluhan Juta Perbulan
Usaha kasur pegas (spring bed) yang digeluti Sugeng Rawuh, pemuda berusia 28 tahun, kini telah berkembang pesat sejak dirintis pada 2022.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Di balik jalan paving sempit selebar dua meter di Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Jember, berdiri sebuah industri rumahan yang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. Usaha kasur pegas (spring bed) yang digeluti Sugeng Rawuh, pemuda berusia 28 tahun, kini telah berkembang pesat sejak dirintis pada 2022.
Dalam waktu kurang dari tiga tahun, usaha ini berhasil menyerap 28 tenaga kerja dari desa setempat. Setiap hari, mereka memproduksi hingga 15 unit spring bed dengan sistem kerja borongan, di mana setiap pekerja bertanggung jawab atas bagian tertentu seperti pembuatan kerangka, pembungkusan, pemotongan kain, dan penjahitan.
“Kalau keuntungan bersih sekitar Rp60 juta per bulan. Rata-rata kami bisa menjual 10–12 unit per hari,” ujar Sugeng kepada TribunJatimTimur.com, saat dikunjungi oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, Jumat (23/5/2025).
Baca juga: Tujuh Hari Tak Ketemu, Pencarian Nenek Hanyut di Kediri Dihentikan
Produk kasur buatan Sugeng dipasarkan ke berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur serta sebagian wilayah Bali. Meski pemasarannya masih dilakukan secara konvensional melalui toko-toko, Sugeng mengaku telah membentuk tim pemasaran sendiri untuk memperluas jangkauan.
Namun, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu tantangan utama. Jenis kayu bayur yang digunakan sebagai kerangka spring bed kini sulit didapat. "Kami ambil kayu dari Lumajang dan Jember. Tapi sekarang stoknya semakin terbatas," jelasnya.
Sugeng menambahkan, harga produk spring bed buatannya bervariasi, mulai dari Rp800 ribu hingga Rp3,7 juta per unit, tergantung spesifikasi dan ukuran.
Baca juga: Temuan Jasad Remaja di Ponorogo Sempat Bikin Geger Warga, Ternyata Korban Kecelakaan Tunggal
Lebih dari sekadar usaha, Sugeng membangun bisnis ini dengan tujuan menciptakan kebebasan finansial dan memberikan lapangan kerja bagi warga sekitar. "Dulu saya hanya pekerja di usaha milik paman. Sekarang saya ingin mandiri dan bisa memberdayakan orang lain," ungkapnya.
Kunjungan Bupati Jember Muhammad Fawait ke lokasi produksi menjadi bentuk apresiasi atas inisiatif warga desa dalam membangun ekonomi lokal. “Saya kaget, di desa pegunungan ini ternyata ada pelaku industri rumahan yang sangat potensial,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait.
Baca juga: Kesal dengan Suara Bising, Dua Pemuda Lempar Paving ke Pengendara Motor di Malang
Ia menilai, geliat usaha seperti ini menjadi tanda positif bagi pengentasan kemiskinan di desa. “Kalau industri rumahan seperti ini semakin banyak, akan membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran di desa,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Gus Fawait juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk membantu mendaftarkan merek dagang produk Sugeng, agar memiliki identitas pasar yang kuat. “Mudah-mudahan ke depan, Pemkab Jember bisa menyelenggarakan pelatihan guna membentuk penggerak ekonomi dari desa,” tambahnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)
Spring Bed
Jember
Sugeng Rawuh
Kecamatan Tanggul
Desa Kramat Sukoharjo
Muhammad Fawait
TribunJatimTimur.com
| Verifikasi Faktual Kemiskinan Jember Libatkan 21 Ribu ASN, Ini Temuan di Lapangan |
|
|---|
| Pemkab Jember Mulai Desain Kawasan Street Food di Jalan Kartini |
|
|---|
| Fatmawati Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Jember, Perempuan Kedua dalam Sejarah Pimpinan Dewan |
|
|---|
| Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember |
|
|---|
| Tradisi Kupatan Jember, 36 Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Sugeng-Rawuh-saat-membuat-kerangka-spring-bad.jpg)