Atap Dua Kelas SDN Petung III Ambruk, Bupati Pasuruan Tinjau Langsung dan Janjikan Perbaikan Cepat

Insiden ini menyebabkan ruang kelas IV dan V tidak lagi bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Humas Pemkab Pasuruan
SEGERA DIPERBAIKI: Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat meninjau sekolah yang atapnya ambruk. Dia menjanjikan segera diperbaiki. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan – Pemkab Pasuruan bergerak cepat merespons insiden ambruknya atap dua ruang kelas di SDN Petung III, Kecamatan Pasrepan, yang terjadi pada Minggu pagi (25/5/2025). Insiden ini menyebabkan ruang kelas IV dan V tidak lagi bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sehari setelah kejadian, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi bangunan yang terdampak. Didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati memeriksa satu per satu ruang kelas di sekolah tersebut, terutama dua ruangan yang atapnya runtuh.

“Ruang kelas IV dan V ini sudah tidak layak pakai untuk pembelajaran. Untuk sementara, siswa kelas V bisa belajar di ruang kelas VI, sementara siswa kelas IV kami arahkan belajar di Polindes. Yang penting kegiatan belajar tetap berjalan dan anak-anak aman,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi.

Baca juga: Singa Betina di TWSL Probolinggo Diduga Hamil, Tim Dokter Awasi Ketat Kondisinya

Mas Rusdi menegaskan ia telah memerintahkan OPD terkait untuk segera melakukan assessment atau penilaian kerusakan. Langkah ini bertujuan untuk menghitung besaran anggaran yang dibutuhkan dalam proses perbaikan.

“Assessment akan kami lakukan terlebih dahulu agar jelas kebutuhannya. Setelah itu, kami akan alokasikan dana, apakah melalui pergeseran anggaran atau dari sumber lainnya. Prinsipnya, harus segera diperbaiki,” jelas politisi muda dari Partai Gerindra itu.

Baca juga: Pemkab Probolinggo akan Relokasi Puskesmas Suko ke Lokasi Baru

Ia juga mengingatkan pihak sekolah untuk memastikan bahwa ruang-ruang yang digunakan sementara sebagai kelas darurat benar-benar aman bagi siswa. Bila ada risiko membahayakan, ia meminta agar ruangan tersebut tidak digunakan.

“Kalau ada ruangan darurat yang dirasa membahayakan, bisa langsung dikomunikasikan. Kita cari solusi bersama. Namun yang jelas, kegiatan belajar mengajar tidak boleh jauh dari sekolah karena mayoritas siswanya adalah warga sekitar,” tambahnya.

Merespons insiden ini, Bupati juga mengimbau seluruh kepala sekolah di Kabupaten Pasuruan untuk lebih aktif melaporkan kondisi fisik bangunan sekolah kepada Dinas Pendidikan. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi kerusakan agar tidak menimbulkan risiko bagi siswa dan tenaga pengajar.

“Jangan tunggu sampai ada kejadian baru lapor, apalagi sampai memakan korban. Tahun ini kami memang memprioritaskan anggaran untuk perbaikan fasilitas pendidikan,” tegasnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved