Selasa, 19 Mei 2026

Hawiyah Terharu Rumahnya Kini Layak Huni, 125 Keluarga Dapat Program Bedah Rumah 2025 di Banyuwangi

Rumah berukuran 6 meter x 8 meter itu berdiri tegak setelah dibangun atas kerja sama antara Pemkab dan Baznas Banyuwangi.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
tribunjatimtimur/Aflahul Abidin
BEDAH RUMAH - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi rumah Hawiyah di Desa Bedaweng, Kecamatan Songgon yang mendapat program bedah rumah. Di Banyuwangi, terdapat 125 keluarga yang mendapat program tersebut. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Hawiyah (53) tak kuasa menahan tangis saat rumahnya yang berada di Desa Bedaweng, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi rampung dibangun. Rumah berukuran 6 meter x 8 meter itu berdiri tegak setelah dibangun atas kerja sama antara Pemkab dan Baznas Banyuwangi.

Kediaman Hawiyah dan suaminya, Miseri (58), dikunjungi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di sela acara Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (19/6/2025). Bupati ingin memastikan rumah yang telah dibangun layak untuk ditinggali pasangan tersebut.

"Kemarin bocor semua. Rumahnya sudah hampir hancur. Sekarang sudah bagus. Alhamdulillah," kata Hawiyah.

Sebelum dibedah, rumah Hawiyah mayoritas berdinding triplek dan lantai tanah. Atapnya genting kayu-kayu penyangganya sudah rusak.

Baca juga: Kemenpar Terus Matangkan Pengembangan Pariwisata Banyuwangi-Bali Barat -Bali Utara

Sekarang, penampakannya berbalik 180 perajat. Rumah pasangan berumur itu berdiri tegap dengan dinding bata dan lantai semen. Atapnya fiber semen yang tertutup rapat.

"Saya sudah 25 tahun tinggal di sini. Baru sekarang rumahnya bagus," tambah dia.

Selain bangunan yang lebih kokoh, rumah kecil tersebut juga kini memiliki kamar. Kamar mandi juga telah siap dibangun secara permanen.

Baca juga: Kemenpar Terus Matangkan Pengembangqn Pariwisata Banyuwangi-Bali Barat -Bali Utara

Hawiyah bekerja serabutan dengan penghasilan yang sekadarnya. Suaminya sudah bertahun-tahun tidak bekerja karena sakit. Dengan uang yang terbatas, cukup sulit bagi mereka untuk membenahi rumah secara mandiri.

"Matur nuwun rumah kami sudah dibangun seperti sekarang," katanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, sebanyak 125 sudah dibangun di Banyuwangi melalui program bedah rumah kerja sama Pemkab dan Baznas sepanjang 2025. Penanganan tiap rumah berbeda, tergantung kondisi masing-masing.

Baca juga: 638 Orang Kontingen Banyuwangi Berangkat ke Porprov Jatim, Bupati Ipuk: Jaga Nama Baik Daerah

Ada rumah yang direhab total karena kondisinya sudah parah. Tapi ada juga yang cukup direnovasi.

"Kami ingin program bedah rumah bisa terus berlanjut sehingga menjangkau lebih banyak lagi rumah-rumah tidak layak huni milik warga yang masuk kategori prasejahtera," kata Ipuk.

Ketua Bidang Distribusi Baznas Banyuwangi Herman Suyitno menambahkan, pihaknya menargetkan 250 rumah tidak layak huni dibedah sepanjang tahun ini.

"Jumlah tersebut lebih banyak dari total tahun lalu. Pada 2024, program bedah rumah kerja sama Pemkab Banyuwangi dan Baznas menyentuh 200 rumah warga," kata Herman.

Baca juga: Anak 15 Tahun Bobol Toko Pertanian di Banyuwangi, Gasak Uang Rp 3 Juta di Dalam Laci

Ia mengatakan, program bedah rumah memberikan bantuan sekitar Rp 10 juta untuk pembangunan atau renovasi tiap hunian. Bantuan tersebut turut dibantu dengan swadaya masyarakat setempat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved