Berita Surabaya
Bahaya Gas Freon Bocor untuk Kesehatan - Kenali Tandanya Sebelum Terlambat
Inilah Bahaya Gas Freon Bocor untuk Kesehatan - Kenali Tandanya Sebelum Terlambat!
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA - Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pendingin udara dan sistem refrigerasi, penggunaan freon atau refrigeran menjadi hal yang tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Gas freon digunakan dalam banyak perangkat seperti pendingin udara, lemari es, dan sistem pendinginan di industri.
Namun, meski keberadaannya sangat penting, tidak banyak orang menyadari bahwa kebocoran gas freon dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Kebocoran ini seringkali terjadi tanpa disadari, tersembunyi di balik unit AC atau jalur refrigerasi, dan hanya menunjukkan gejala ketika dampaknya sudah terasa pada tubuh dan lingkungan.
Gas Freon Tidak Berbau, Tapi Berbahaya
Freon merupakan nama merek untuk zat kimia yang berfungsi sebagai pendingin. Dalam sistem AC atau kulkas, gas ini bersirkulasi melalui jalur tertutup yang biasanya terdiri dari pipa tembaga. Pipa ini dirancang agar tahan terhadap tekanan tinggi dan suhu ekstrem.
Namun, seiring usia penggunaan, getaran mesin, hingga pemasangan yang tidak tepat, pipa tembaga bisa mengalami korosi atau retak, yang menyebabkan freon bocor.
Karena freon tidak memiliki bau dan warna yang mencolok, kebocorannya sangat sulit terdeteksi dengan indera manusia. Inilah yang membuatnya berbahaya.
Saat terhirup oleh manusia dalam tingkat tertentu, freon dapat mengganggu pernapasan, menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, dan dalam kasus yang parah, bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran.
Dampak Kesehatan yang Sering Diabaikan
Salah satu alasan utama orang sering tidak menyadari kebocoran gas freon adalah karena gejala yang ditimbulkannya seringkali mirip dengan penyakit umum lainnya.
Orang yang tinggal atau bekerja di ruangan dengan kebocoran freon mungkin mengalami kelelahan tanpa sebab, iritasi tenggorokan, batuk ringan, atau merasa tidak enak badan terus-menerus. Banyak yang mengira ini adalah akibat kurang istirahat atau pilek biasa, padahal tubuh sedang bereaksi terhadap paparan freon.
Paparan berkepanjangan terhadap freon dapat menimbulkan masalah pada sistem saraf pusat. Dalam konsentrasi tinggi, gas ini dapat menggantikan oksigen di udara, menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen dalam tubuh) yang bisa berakibat fatal.
Tidak hanya itu, paparan freon yang terus-menerus dapat memengaruhi fungsi ginjal dan hati. Risiko ini semakin besar jika kebocoran terjadi di ruang tertutup dengan ventilasi buruk, seperti kamar tidur atau ruang kantor kecil.
Sistem Kompresor: Kunci Kinerja dan Keamanan
Dalam sistem pendinginan, kompresor berfungsi sebagai komponen penting yang memompa freon ke seluruh sirkuit. Merek seperti Copeland dan Danfoss telah dikenal luas karena kualitas dan efisiensinya dalam berbagai aplikasi pendingin, baik skala rumah tangga hingga industri. Namun, bahkan kompresor terbaik sekalipun tidak akan berfungsi optimal jika sistem instalasi mengalami kebocoran.
Kebocoran freon bisa menyebabkan tekanan sistem menjadi tidak stabil, yang pada akhirnya membebani kerja kompresor. Misalnya, pada kompresor Copeland yang dirancang untuk bekerja dalam tekanan tertentu, kebocoran freon bisa membuat sistem menjadi overheat karena tidak ada cukup refrigeran yang bersirkulasi untuk menyerap panas. Hal serupa berlaku untuk Danfoss, yang dikenal dengan teknologi hemat energi namun tetap rentan jika ada kerusakan mekanis akibat kebocoran.
Dukung Transformasi Digital, Telkomsel Hadirkan Kolaborasi Strategis Instansi Pemerintah di Jatim |
![]() |
---|
Ibunda Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Meninggal Dunia, Sejumlah Tokoh Hadir di Prosesi Pemakaman |
![]() |
---|
Tukar Telkomsel Poin, Seorang Warga Surabaya Bawa Pulang Hadiah Sepeda Motor |
![]() |
---|
3.500 Mahasiswa Surabaya Akan Terima Uang Saku Rp 500 Ribu per Bulan |
![]() |
---|
PJR Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Kg di Jembatan Suramadu, Disimpan di Dasbor |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.