Berita Pasuruan
Kunjungan ke BLKLN PDS, Menteri P2MI Ingatkan Calon PMI Harus Bijak dan Tepat Kelola Uang
Menteri Karding menyoroti fenomena banyaknya PMI yang pulang tanpa bekal, karena penghasilan yang diperoleh selama bertahun-tahun di luar negeri habis
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding memberikan pesan tegas kepada ratusan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar bijak dalam mengelola uang hasil kerja di luar negeri.
Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Prima Duta Sejati (PDS) di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/7/2025) sore.
Menteri Karding menyoroti fenomena banyaknya PMI yang pulang tanpa bekal, karena penghasilan yang diperoleh selama bertahun-tahun di luar negeri habis begitu saja akibat salah kelola.
“Orang yang kaya bukan yang bergaji besar, tapi yang bisa mengatur keuangannya. Jangan semua uang dikirim ke rumah. Hitung kebutuhan keluarga dengan cermat lantas sisihkan untuk tabungan, investasi demi masa depan,” katanya.
Baca juga: Berlangsung Tiga Tahun, Seorang Paman di Jember Tega Rudapaksa Keponakannya Sejak Usia 9 Tahun
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital dalam pengelolaan keuangan, termasuk pemanfaatan platform perbankan digital resmi, serta kewaspadaan terhadap penipuan, investasi bodong, dan gaya hidup konsumtif.
“Misalnya dapat gaji Rp 10 juta karena kerja di luar negeri, jangan semua dikirimkan di kampung halaman. Hitung kebutuhan per bulan orang tua berapa, sisanya gunakan untuk membeli emas atau investasi lain seperti membeli rumah atau apa,” pesannya.
Dia mengaku banyak mendengar cerita atau kasus bahwa mantan PMI itu tidak punya apa - apa setelah bekerja puluhan tahun di luar negeri. Salah satu penyebabnya adalah salah dan kurang bijak dalam mengelola keuangan.
Baca juga: Pulang Kampung, Putri Indonesia Berbagi Pengalaman Tampil di Miss Supranational pada Bupati Ipuk
“Biasanya, hasil kerja di luar negeri dikirimkan semua ke kampung halaman, tanpa ada manajemen yang jelas sehingga berantakan. Ke depan, calon PMI harus mendapatkan banyak literasi keuangan sehingga bisa hati - hati dalam pengelolaannya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Menteri Karding mendorong para calon PMI untuk tidak hanya bekerja, tetapi juga terus belajar.
Menurutnya, mengikuti pelatihan atau kuliah daring selama bekerja di luar negeri akan memperkuat posisi mereka saat kembali ke Tanah Air.
“Pulang nanti, bukan cuma bawa uang, tapi juga keterampilan dan martabat. Jadi, manfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaik mungkin,” katanya.
Baca juga: Akan Ditetapkan jadi Benda Cagar Budaya, Pemkab Tulungagung Kaji Asal Usul Tombak Kanjeng Kiai Upas
Dalam kunjungannya ke BLKLN PDS, Menteri disambut langsung oleh Direktur PDS Maxixe Mantofa. Disana, menteri meninjau berbagai sarana pelatihan seperti teknik las, perawatan tubuh, perhotelan, otomotif, bahasa asing, hingga kedirgantaraan.
Disampaikan Menteri, PDS salah satu lembaga pelatihan terbaik nasional, yang telah menyiapkan ribuan calon PMI berkualitas dengan fasilitas yang bisa menunjang skil dan keterampilan calon PMK.
Tak hanya membahas soal keuangan, Menteri Karding juga menyampaikan apresiasi atas semangat luar biasa para calon PMI.
“Saya bangga melihat wajah-wajah penuh semangat hari ini. Anda semua bukan hanya mencari nafkah, tapi membawa nama bangsa. Merantau ke luar negeri harus disertai tekad, mental, dan sikap yang baik,” ungkapnya.
Ia mengingatkan agar para calon PMI menjaga perilaku selama bekerja di luar negeri, menyesuaikan diri dengan budaya dan adat istiadat negara tujuan, serta menjunjung profesionalisme dalam bekerja.
“Jaga akhlak, jaga nama Indonesia. Sikap yang keliru bisa merusak citra bangsa. Jangan sampai kita dicap negatif karena ulah segelintir orang,” ucapnya.
Di hadapan para peserta pelatihan, Menteri juga menjelaskan latar belakang dibentuknya Kementerian P2MI oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut, sebelumnya lembaga perlindungan PMI hanya berbentuk badan yang tidak memiliki kewenangan strategis dalam pengambilan kebijakan.
“Kementerian ini dibentuk langsung oleh Presiden Prabowo karena beliau sangat peduli pada nasib para pekerja migran. Bahkan sebelum menjabat sebagai Presiden atau Menhan, beliau pernah langsung datang ke Malaysia untuk membela PMI yang terancam hukuman mati. Dan alhamdulillah, PMI itu bisa diselamatkan dan hidup bahagia hingga kini,” kisahnya.
Dengan kewenangan yang lebih kuat, Kementerian P2MI kini memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh proses penempatan PMI berjalan prosedural, aman, dan manusiawi.
“PMI harus terlindungi sejak dari pelatihan, keberangkatan, hingga kepulangan. Negara hadir melalui kementerian ini. Karena itu, saya titip pesan pastikan Anda berangkat secara resmi tidak ilegal dengan visa kerja, kontrak yang sah, dan perlindungan menyeluruh,” tutupnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
BLKLN PDS Pasuruan
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding
TribunJatimTimur.com
jatim-timur.tribunnews.com
Kejari Pasuruan Tegaskan Tak Ada “Uang Pengamanan” dalam Kasus Korupsi Dana Hibah PKBM |
![]() |
---|
Pasuruan Siapkan Insinerator di Pandaan Kapasitas 26 Ton Sampah Harian |
![]() |
---|
Dinas BMBK Pasuruan Benahi Drainase di Prigen, Dukung Program Prioritas Perbaikan Infrastruktur |
![]() |
---|
Motor Hasil Penggelapan oleh Anak Punk di Pasuruan Terungkap Saat Razia Lalu Lintas |
![]() |
---|
Pramuka Pasuruan Apel Besar, Gus Shobih Ingatkan Pramuka Harus Jadi Gelombang, Bukan Gelembung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.