Minggu, 12 April 2026

Penutupan Jalur Gumitir

Organda Jatim Minta Penutupan Dua Bulan Jalur Gumitir Ditunda

Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustafa mendesak agar sebisa mungkin penutupan jalur Gumitir penghubung Jember - Banyuwangi ditunda

Penulis: Faiq Nuraini | Editor: Sri Wahyunik
Surya / dokumen pribadi Firmansyah Mustafa
KETUA ORGANDA - Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustafa. Pihak Organda Jatim meminta penutupan total jalur Gumitir ditunda. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA - Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustafa mendesak agar sebisa mungkin penutupan jalur Gumitir penghubung Jember - Banyuwangi ditunda. 

Apalagi jalur sentral ke Banyuwangi dan Bali ini ditutup sampai dua bulan.

"Kami berharap penutupan Gumitir yang berlaku hari ini tetap ditunda. Dampaknya luar biasa. Kemacetan makin tidak bisa dibayangkan," tegas Firmansyah, Kamis (24/7/2025).

Ribuan anggota Organda Jatim saat ini sudah merasakan dampak penutupan jalur Gumitir. Seluruh kendaraan akan tumpah dan makin membebani jalur Pantura Situbondo.

Padahal di saat bersamaan kondisi Pelabuhan Ketapang sudah lebih dulu macet karena ada pembatasan. Kini makin ditumpuk dengan buangan kendaraan dari jalur Gumitir.

Firmansyah mengaku sudah mendapat informasi anggotanya di lapangan. Banyak angkutan barang dan angkutan orang tertahan seharian karena macet horor di Pantura Situbondo.

Mulai Rabu sore macet hingga Kamis siang belum sampai pelabuhan. Macet katanya mulai Alas Baluran hingga Pelabuhan Ketapang.

"Sulit menjelaskan dampak yang ditimbulkan karena macet luar biasa ini. Bisa jadi ini menjadi yang terparah macet Situbondo Banyuwangi yang pernah ada," kata Firmansyah.

Pemerintah sebaiknya bisa memahami situasi di lapangan. Pemangku kebijakan juga ada baiknya tidak tutup mata dengan dampak mengerikan ini. Kalau muatan itu sayuran, bisa busuk.

Belum lagi BBM yang terbuang percuma hanya untuk antre macet. Firmansyah belum bisa menghitung nilai kerugian angkutan barang yang terdampak macet ini. Makin berat cost operasional angkutan.

Firmansyah juga menyampaikan untuk angkutan orang seperti bus juga diberi kebijakan kelonggaran. Biarkan bus meminta pengertian kepada penumpang agar menyesuikan tarif akibat penutupan jalur Gumitir.

"Bus dari Surabaya ke Banyuwangi dan Bali lewat Pantura Situbondo sulit dibayangkan seperti apa kemacetannya. Belum lagi kendaraan besar habis waktu dan BBM di kemacetan. Mudah-mudahan ada penutupan jalur Gumitir ditinjau ulang," tandas Firmansyah.

Baca juga: Gumitir Tutup dan Pantura Macet, Akses ke Banyuwangi Via Jalur Ijen Ramai

Organda Jatim paham bahwa proyek perbaikan jalan nasional itu sudah ditetapkan sesuai jadwal proyek nasional. Apalagi anggaran juga sudah ditetapkan. Tapi situasi di lapangan dampaknya luar biasa.

Jalan nasional yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi, juga Jawa - Bali melalui Jalur Gumitir ditutup total mulai hari ini, Kamis (24/7/2025). Jalur ditutup hingga 24 September 2025.

Ada pekerjaan preservasi jalan dan jembatan tahun anggaran 2025. Perbaikan ini mencakup penanganan longsoran dengan perkuatan lereng bawah. Serta perbaikan geometri jalan untuk keselamatan pengguna jalan. 

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved