Berita Banyuwangi
Hadapi Pemangkasan Transfer Pusat ke Daerah, Banyuwangi Perlu Lakukan Efisiensi
Dana tranfer pusat ke Banyuwangi pada 2026 sebesar Rp 1,97 triliun. Turun sebesar Rp665 M jika dibandingkan dengan tahun ini.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pemerintah pusat memangkas dana transfer ke daerah (TKD) pada anggaran 2026. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah mengalokasikan dana TKD sebesar Rp 693 triliun. Angka tersebut turun sebesar 24,6 persen atau setara Rp227 triliun jika dibanding tahun sebelumnya.
Pemkab Banyuwangi juga turut terdampak atas pengurangan dana TKD tersebut. Dalam Rancangan Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2026, Direktorat Jenderal Perimbangan, Kementerian Keuangan, di situs resmi www.djpk.kemenkeu.go.id dana tranfer pusat ke Banyuwangi pada 2026 sebesar Rp 1,97 triliun. Turun sebesar Rp665 M jika dibandingkan dengan tahun ini.
Baca juga: Trio Atlet Porprov Bawa SMAN 1 Glagah Banyuwangi ke Final DBL Jember 2025
Penurunan tersebut mendapat respon sejumlah kalangan. Di antaranya dari Emi Hidayati. Akademisi Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi tersebut, menyebutkan jika hal tersebut harus memacu kerja pemerintah yang lebih efektif, efisien dan memacu langsung produktivitas di tengah masyarakat.
“Jangan sampai sektor-sektor pelayanan dasar dan pelayanan publik yang berdampak luas dikorbankan. Pemerintah harus ekstra teliti dalam menyusun anggaran,” ungkapnya, Senin (6/10/2025).
Baca juga: Chantika Memukau, SMAN 1 Glagah Banyuwangi ke Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java-East
Untuk menghadapi hal tersebut, Emi mendorong antara eksekutif dan legislatif untuk bersama guna merumuskan kebijakan penganggaran yang terbaik.
Pemda juga perlu memikirkan bagaimana agar APBD 2026 tetap mampu menggerakkan ekonomi daerah karena belanja pemda merupakan stimulus untuk menggerakkan ekonomi daerah.
“Pembahasan APBD 2026 harus benar-benar konsisten dan mengikuti konsep money follow program. Artinya, pemda baik eksekutif dan legislatif harus sepakat program-program prioritas apa yang harus diutamakan,” tegas mantan anggota DPRD Banyuwangi itu.
Baca juga: Punya Mimpi Besar, Membuat Rahmad Darmawan Mau Bergabung dengan Persewangi Banyuwangi di Liga 4
Lebih jauh, Emi juga mendorong program-program inovatif dan kolaboratif yang dapat mengatasi keterbatasan ruang fiskal. Pelibatan masyarakat secara luas menjadi langkah taktis untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan.
Selain itu, Pemda juga harus kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber penerimaan di luar dana transfer dari pusat dengan mengoptimalisasi PAD.
“Saya optimis jika inovasi bisa disengkuyung bersama, tidak ada ego-sektoral kedinasan dan pelibatan komponen masyarakat secara luas, keterbatasan fiskal ini akan bisa dilalui dengan aman,” pungkasnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
TribunJatimTimur.com
Dana Transfer Daerah
Pemangkasan Dana Transfer
Berita Banyuwangi Hari Ini
Banyuwangi
| Pria Banyuwangi Tewas Tertabrak KA Sri Tanjung di Atas Terowongan Lingkar Bulusan |
|
|---|
| 493 Burung dari Bali ke Jawa Gagal Diselundupkan di Pelabuhan Ketapang |
|
|---|
| Libur Panjang, Banyuwangi Jadi Destinasi 47 Ribu Lebih Turis, Hotel dan Tempat Wisata Penuh |
|
|---|
| Banyuwangi Dipuji Kemen PPA, Pelopor Gerakan Penurunan Angka Kematian Ibu |
|
|---|
| Ringankan Beban 6.500 Pedagang, Pemkab Banyuwangi Gratiskan Retribusi Pasar Setiap Sabtu dan Minggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/HARUS-INOVATIF-Emi-Hidayati-Akademisi-Universitas-Islam-Ibrahimy.jpg)