Senin, 8 Juni 2026

Arus Mudik 2026

Sopir Truk Resah Sempat Tak Bisa Melintas di Ketapang-Gilimanuk 

Sopir truk di Ketapang menunggu hingga 5 jam tanpa kepastian penyeberangan jelang Nyepi dan Lebaran.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
MENUNGGU - Truk cold diesel dan sejenisnya berjajar di Dermaga Bulusan, Ketapang, Banyuwangi, Selasa (17/3/2026). Mereka sempat resah menunggu kepastian pemberangkatan menuju Bali 

Ringkasan Berita:
  • Sopir truk di Ketapang menunggu hingga 5 jam tanpa kepastian penyeberangan
  • Protes muncul karena kendaraan lain tetap dilayani di dermaga berbeda
  • Sopir ingin segera menyeberang untuk merayakan Nyepi di Bali
  • Truk akhirnya diberangkatkan sekitar pukul 10.30 WIB
  • Antrean kendaraan juga terjadi di Ketapang dan Gilimanuk hingga 20 km

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Puluhan sopir truk cold diesel dan kendaraan sejenis mengeluhkan ketidakpastian jadwal penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk, Selasa (17/3/2026). Mereka harus menunggu hingga sekitar lima jam sebelum akhirnya bisa menyeberang melalui Dermaga Bulusan.

Sekitar 50 sopir truk diketahui sudah tiba di Dermaga Bulusan, Ketapang, sejak pukul 03.00 WIB. Namun, hingga pukul 05.00 WIB, kendaraan mereka belum juga dilayani untuk naik kapal.

Kondisi ini memicu protes dari para sopir kepada petugas keamanan dan operator pelabuhan. Mereka menilai layanan penyeberangan tidak berjalan adil.

Baca juga: MWCNU Banyuwangi Siap Advokasi Satpol PP Korban Pengeroyokan

Salah satu sopir, Nyoman, mengungkapkan kekecewaannya karena kendaraan lain seperti travel dan bus tetap diberangkatkan dari dermaga berbeda.

"Kami tidak dilayani. Tapi travel dan bus di dermaga lain boleh menyebrang. Kan tidak adil," kata Nyoman.

Baca juga: Perkuat Institusi Keluarga, NU Kota Banyuwangi Ngaji Bareng tentang Sakinah

Menurutnya, sebagian besar sopir truk yang menunggu adalah warga Bali yang hendak pulang untuk merayakan Hari Raya Nyepi. Ia juga menyinggung momen mudik yang dirasakan umat lain.

"Semua merayakan hari raya. Yang muslim mau pulang mudik. Saya yang Hindu juga mau merayakan Nyepi di rumah," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan sopir lainnya, Komang Adi. Ia menilai kepastian jadwal keberangkatan jauh lebih penting dibanding jumlah kendaraan yang diberangkatkan.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Banyuwangi Hari Ini Senin 16 Maret 2026, Ini Waktu Magrib dan Isya-nya

"Tidak apa-apa sedikit-sedikit yang berangkat. Asal ada kepastian," kata Komang, yang membawa muatan pakan ternak menuju Singaraja.

Ketegangan sempat terjadi antara sopir dan petugas di lapangan akibat situasi tersebut. Namun, setelah menunggu cukup lama, truk-truk akhirnya mulai diberangkatkan dari Dermaga Bulusan sekitar pukul 10.30 WIB.

Baca juga: Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Terapkan Operasi Sangat Padat

Di sisi lain, kondisi di Pelabuhan Ketapang menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kendaraan pribadi pada H-4 Lebaran. Mayoritas pengguna kendaraan merupakan wisatawan yang hendak berlibur ke Bali.

Lonjakan ini menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga ke kantong parkir pelabuhan sebelum masuk kapal.

Sementara itu, situasi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, juga masih padat. Antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 20 kilometer dari area pelabuhan pada hari yang sama.

Kondisi ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang dua momen besar sekaligus, yakni Hari Raya Nyepi dan Lebaran, yang berdampak pada kepadatan jalur penyeberangan utama Jawa–Bali.

 


Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved