Jumat, 8 Mei 2026

Berita Jember

Nyaris Roboh, Longsor Gerus Pondasi Rumah Warga di Jember

Longsor merusak pondasi rumah warga di Jember. BPBD memperingatkan potensi longsor susulan akibat erosi tebing sungai.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
ist/BPBD Jember
AMBROL: Kondisi Rumah Sutrisno, Warga Kelurahan Jemberkidul Kecamatan Kaliwates Jember, Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025) Pondasi rumah warga di bantaran Sungai Kali Jompo Jember ini longsor. 
Ringkasan Berita:
  • Plengsengan dan tembok rumah warga di Jember ambrol akibat erosi Sungai Kali Jompo.
  • BPBD menyebut arus sungai menggerus pondasi secara terus-menerus.
  • Tidak ada korban jiwa, tetapi potensi longsor susulan masih tinggi.


TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Rumah warga di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, nyars roboh akibar longsor yang terjadi, Sabtu (29/11/2025). Peristiwa ini dipicu erosi di tepi Sungai Kali Jompo yang terus menggerus pondasi bangunan.

Plengsengan rumah dua lantai milik Sutrino, 67 tahun, ambruk sekitar pukul 06.00 WIB. Bagian dapur yang berada tepat di sisi sungai tampak jebol, sementara sebagian pondasi menggantung tanpa penopang karena tanah di bawahnya hilang terbawa arus.

Baca juga: Tekan Kemiskinan, Jember Kirim Tenaga Kerja ke Jepang dan Korea, Gaji Rp 18-22 juta per Bulan

Dinding belakang rumah juga memperlihatkan retakan memanjang yang posisinya berada di sepadan sungai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Indra Tri Purnomo, mengatakan kerusakan terjadi akibat pengikisan tebing sungai yang berlangsung lama.

“Kejadian ini dipicu oleh kondisi pondasi rumah korban yang mengalami pengikisan secara terus-menerus akibat arus sungai,” ujar Indra.

Baca juga: Pemkab Jember Tolak Sejumlah Pokir DPRD Karena Regulasi dan Hindari Risiko Hukum

Indra menambahkan plengsengan rumah longsor dengan panjang sekitar 5 meter dan tinggi 6 meter, sementara dinding belakang mengalami kerusakan ringan. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Indra mengingatkan risiko longsor susulan masih sangat mungkin terjadi, terutama ketika debit air Sungai Kali Jompo meningkat saat hujan deras.

“Pondasi rumah dapat ambles apabila erosi sungai terus berlanjut. Erosi tebing makin parah dan bahkan mengancam bangunan di sekitar,” imbuhnya.

Sutrino dan keluarganya menempati ruang tamu sebagai lokasi aktivitas sehari-hari. Mereka bersiap mengungsi ke rumah tetangga apabila sungai kembali meluap atau terjadi banjir. 

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved