Jumat, 12 Juni 2026

Banjir Jember

Staf Kecamatan di Jember Terseret Banjir Saat Menyelamatkan Dokumen

Seorang staf Kecamatan hanyut di Sungai Badean Jember akibat banjir. Tim SAR gabungan masih lakukan pencarian.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
ist/BPBD Jember
TERSERET BANJIR: BPBD Jember di lokasi bencana banjir luapan sungai Badean di Desa Pakis Kecamatan Panti Jember, Jawa Timur, Selasa (3/1/2026). Banjir menyeret Staf Kacamatan Panti Jember. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang warga hanyut di Sungai Badean, Jember, belum ditemukan
  • Korban terseret banjir saat menyelamatkan dokumen penting
  • Banjir merusak dapur rumah dan merendam permukiman warga
  • Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan pembersihan
  • BPBD imbau warga waspada cuaca ekstrem dua pekan ke depan
 
 

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember –  Staf Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Wahid (52), hanyut terseret banjir di Sungai Badean, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, hingga Selasa (3/2/2026).

Korban yang merupakan Staf Pelayanan Umum (Pelum) Kecamatan Panti tersebut dilaporkan terseret arus sungai akibat luapan Sungai Badean yang membawa lumpur serta material kayu, Senin malam (2/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Selain menyebabkan korban jiwa, banjir bandang tersebut juga mengakibatkan kerusakan di permukiman warga.

Baca juga: Tanaman Pangan Terdampak Banjir Jember Capai Ribuan Hektare, Kerugian Ratusan Miliar Rupiah

Sedikitnya empat dapur rumah warga di Dusun Pertelon, Desa Pakis, rusak, sementara enam rumah lainnya terendam lumpur.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Wahyudi, menjelaskan bahwa rumah korban dan sejumlah rumah warga terdampak berada di bantaran Sungai Badean, sehingga sangat rentan terdampak luapan air.

“Semalam ada korban jiwa hanyut bernama Pak Wahid usia 52 tahun. Korban hilang ketika berusaha menyelamatkan dokumen-dokumen di rumahnya,” ujarnya.

Baca juga: Kakek Penjual Kopi Dibegal di Jember, Luka Parah Hingga Dua Hari Tak Sadarkan Diri 


Wahyudi menambahkan, hingga saat ini BPBD Jember bersama Basarnas terus melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Badean. Selain itu, petugas juga melakukan pembersihan lumpur di rumah-rumah warga terdampak.

“Selain pencarian korban, kami juga melakukan pembersihan lumpur-lumpur di rumah warga yang terdampak banjir,” katanya.

Ia menjelaskan kronologi kejadian, saat debit air Sungai Badean mulai meningkat drastis sejak Senin (2/2/2026) pukul 19.00 WIB. Air sungai berwarna cokelat pekat dan membawa lumpur, batu, serta material pohon.

“Saat itu Pak Wahid sudah mengungsikan keluarganya ke tempat aman. Kemudian korban kembali ke rumah untuk menyelamatkan dokumen-dokumen penting. Namun, saat tiba di rumah terjadi longsor susulan hingga akhirnya korban jatuh dan terseret arus,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab Jember Bentuk Satgas, Tertibkan Perumahan di Bantaran Sungai


Akibat kejadian tersebut, sebanyak 30 warga terpaksa mengungsi ke Kantor Desa Pakis karena khawatir terjadi banjir dan longsor susulan. Sebagian besar rumah pengungsi berada di bantaran sungai.

“Rumahnya ada di bantaran sungai. Debit air yang tinggi semalam membuat warga ketakutan,” imbuh Wahyudi.

Meski saat ini debit air Sungai Badean telah kembali normal, BPBD Jember tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Perkiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi cuaca ekstrem selama 14 hari ke depan. Kami minta warga tetap siaga,” tambahnya.
 


Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved