Kondisi Pasar Tradisional di Jember Memprihatinkan, Tapi Ditarget PAD Optimal
Pasar tradisional Jember butuh perbaikan, tapi tanpa anggaran 2026. PAD tetap ditarik pedagang keluhkan kondisi.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
"Sementara kami tidak telat membayar karcis (retribusi)," tambahnya.
Di Pasar Tanjung, jumlah pedagang diperkirakan mencapai sekitar 1.400 orang. Retribusi bulanan untuk pemilik toko sebesar Rp250.000, sementara pedagang pelataran dikenakan retribusi harian sekitar Rp3.000 per tempat.
Perbaikan Realistis dan Adil
Terkait rencana revitalisasi, pedagang tidak menuntut perubahan besar. Mereka hanya berharap pasar menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi aktivitas jual beli.
Selain itu, jika nantinya dilakukan pembongkaran atau renovasi, pedagang meminta solusi relokasi yang layak dan adil.
"Andai nanti dibongkar dan pedagang harus pindah sementara, tolong kasih tempat yang layak dan menampung kami semua. Harus adil untuk pedagang," tambah Septianingsih.
Pasar tradisional Jember
PAD Jember
revitalisasi pasar 2026
Pasar Tanjung Jember Memprihatinkan
Pasar Tradisional Jember Memprihatinkan
kondisi pasar Jember
| Nomenklatur Berubah, Tahun Ini Restribusi Pasar Ditarget PAD Rp 7,8 Miliar |
|
|---|
| Pendapatan PBB Jember 2025 Capai Rp 56,3 Miliar, Banyak Desa Menunggak |
|
|---|
| Pemkab Jember Bentuk Tim Optimalisasi Aset untuk Dongkrak PAD 2026 |
|
|---|
| Bupati Fawait Optimistis PAD Jember Tembus Rp 1,3 Triliun Tanpa Naikkan Pajak |
|
|---|
| Dari Target 1,137 Triliun Capaian PAD Jember Masih Rp Rp 805,4 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/MEMPRIHATINKAN-Kondisisi-di-Pasar-Tanjung-Jember.jpg)