Mengenal Tradisi Sandorelang, Ritual Warisan Leluhur Mojan di Lereng Argopuro Jember
Tradisi Sandorelang di Lereng Argopuro Jember telah bertahan lebih dari 100 tahun dan kini diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Sandorelang merupakan ritual budaya yang digelar setiap 1 Muharram di Dusun Mojan, Jember.
- Tradisi ini telah berlangsung sejak 1917 dan berkaitan dengan enam leluhur Dusun Mojan.
- Puncak ritual ditandai tarian dan lantunan mantra yang diwariskan secara lisan.
- Warga juga membawa nasi takir sebagai simbol syukur dan kebersamaan.
- Sandorelang saat ini sedang diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Suara lantunan doa terdengar bersahutan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Mojan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Selasa (16/6/2026). Sebanyak 17 laki-laki duduk melingkar di dekat makam leluhur dusun setempat. Mereka tengah melaksanakan Sandorelang, ritual warisan leluhur Mojan Jember.
Mereka memulai ritual dengan mengucapkan basmalah secara bersamaan. Seorang pria berpakaian biru kemudian memimpin pembacaan mantra atau doa yang selanjutnya diikuti seluruh peserta.
Secara bertahap, para peserta melakukan rangkaian gerakan ritmis, mulai dari duduk, berdiri, bergandengan tangan, berjalan melingkar berlawanan arah jarum jam, mengangkat tangan, hingga kembali duduk. Semua gerakan dilakukan serempak sambil melantunkan mantra yang dikenal sebagai mantra Sandorelang.
Rangkaian tersebut menjadi puncak pelaksanaan tradisi Sandorelang, ritual budaya yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat Dusun Mojan.
Baca juga: Jadwal Tayang Portugal vs RD Kongo, Match Pertama Cristiano Ronaldo dkk di Piala Dunia 2026
Satu Abad
Dusun Mojan, yang diyakini berasal dari kata "pamujan" atau tempat berdoa, berada di kawasan perbukitan lereng selatan Pegunungan Argopuro. Setiap tanggal 1 Muharram atau 1 Suro, masyarakat setempat menggelar ritual Sandorelang sebagai bentuk syukur sekaligus penghormatan kepada leluhur.
Pada tahun ini, Sandorelang dilaksanakan bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah atau Selasa (16/6/2026).
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi ritual yang berada di area makam enam leluhur atau bujhu' Dusun Mojan, yakni Bujhu' Taka, Bujhu' Rama, Bujhu' Biyung, Bujhu' Kethek, Bujhu' Zaman, dan Bujhu' Trocok.
Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, tradisi Sandorelang bermula pada 1917. Kala itu, seorang warga yang memiliki anak sakit keras mendapat petunjuk melalui mimpi yang berkaitan dengan para leluhur tersebut.
Setelah sang anak sembuh, keluarga itu menggelar sedekah sebagai ungkapan syukur yang kemudian berkembang menjadi tradisi Sandorelang dan terus dilaksanakan hingga sekarang.
"Makanya sampai sekarang, orang-orang yang bernazar jika anaknya sakit kemudian sembuh, maka akan menggelar Sandor (dibaca sandur). Warga sini begitu," ujar Hadi, juru bicara kelompok Sandorelang.
Baca juga: Jadwal Argentina di Piala Dunia 2026, Kiper Madura United dan Pelatih Persid Jember Jagokan Messi cs
Filosofis
Sandorelang berasal dari tiga kata, yakni sandur atau sesanduran, ngedhor, dan elang.
Sandur atau sesanduran berarti beksan atau tarian dalam bahasa Jawa kuno. Ngedhor bermakna berlangsung terus-menerus dalam kesadaran semalam suntuk, sedangkan elang berarti hilang.
Pegiat sejarah dari Komunitas Srawung Sastra, Imam Jazuli, menjelaskan bahwa Sandorelang menggambarkan perjalanan hidup manusia yang pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
"Keserba-ada-an hidup manusia yang senantiasa mengalami kemunduran atau kesusahan maupun kemajuan atau kemudahan, semua itu akan melebur menjadi satu dalam nikmat dan kasih sayang Tuhan. Itu juga yang tergambar dalam gerakan ritual Sandorelang. Gerakan beriringan yang kemudian melebur. Juga ada kegotongroyongan, susah dan senang bersama," ujarnya.
Sandorelang Jember
tradisi Sandorelang
ritual 1 Suro Jember
budaya Mojan Sukorambi
Warisan Budaya Takbenda
Lereng Argopuro
Sandorelang Dusun Mojan
| Udeng dan Kaweng Tengger Pasuruan Resmi Jadi Warisan Tak Benda |
|
|---|
| Dorong Promosi Wisata Alam Lereng Argopuro, Bupati Jember Resmikan Kampung Durian Pakis |
|
|---|
| Pemkab Trenggalek Daftarkan Upacara Adat Longkangan sebagai Warisan Budaya Takbenda |
|
|---|
| Mengenal Pudak Kue Khas Gresik, Cocok Dibuat Oleh-oleh |
|
|---|
| Kuliner Tempo Dulu dan Seni Budaya Jadi Paket Wisata Unggulan Curahdami Bondowoso |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/TRAIDISI-Tradisi-Sandorelang-Dusun-Mojan.jpg)