Kamis, 11 Juni 2026

Mutilasi Mojokerto

Update Mutilasi Mojokerto, Begini Kondisi Rumah Korban di Lamongan

Rumah korban mutilasi Mojokerto di Lamongan tampak sepi, keterangan tetangga orang tua korban sejak pagi meninggalkan rumah.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Hanif Manshuri
SEPI: Rumah Korban Mutilasi Mojokerto yang berada di Lamongan tampak sepi dan tertutup, Minggu (7/9/2025). Para tetangga menyebut orang tua korban meninggalkan rumah sejak subuh. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lamongan - Korban mutilasi yang ditemukan di tepi Jalan Raya Pacet–Cangar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, adalah Tiara Angelina Saraswati (25), warga Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan.

Rumah keluarga korban di Lamongan tampak tertutup. Hanya adik korban yang terlihat berada di rumah. Sementara kedua orang tua korban, Setiawan Darmadi dan istrinya Evi, sejak subuh sudah meninggalkan rumah.

Ketua RT 003, Sukirno, mengatakan mendapat informasi terkait dugaan korban mutilasi dari Babinkamtibmas, Sabtu malam (6/9/2025).

“Pastinya saya belum tahu, hanya dengar-dengar, termasuk dari pak Babinkamtibmas,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).

Baca juga: Misteri Identitas Korban Mutilasi Pacet-Cangar Terungkap, Wanita 25 Tahun Asal Lamongan

Sukirno mengaku sempat mencari keberadaan orang tua korban pagi hari, namun rumah sudah kosong. 

Menurut Sukirno, keluarga korban dikenal baik dan aktif di lingkungan RT. 

“Ya, ikut kegiatan bersama warga, seperti ngecat trotoar,” jelasnya. 

Baca juga: Potongan Tubuh Manusia di Jurang Pacet-Cangar Mojokerto, Ada 65 Bagian Tubuh Diduga Korban Mutilasi

Dia menuturkan, Tiara Angelina pernah menempuh pendidikan di Universitas Trunojoyo. Namun, setelah kuliah, dia  mendengar korban tinggal dan bekerja di Surabaya.

Ketua RW 003, Sukendro, mengatakan orang tua korban berangkat ke Mojokerto sejak subuh.

“Adiknya yang di rumah tadi saya tanya, orang tuanya ke Mojokerto naik sepeda motor,” kata Sukendro.

Sementara Kepala Desa Made, Eko Widianto, menyebut telah datang ke rumah korban dan mencocokkan data alamat dan nama orang tua sesuai informasi dari Babinkamtibmas.

“Yang jelas hanya mencocokkan datanya saja,” ujar Eko.

Eko menambahkan, masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.

“Saya juga menunggu kabar lebih lanjut dari Babinkamtibmas,” katanya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved