JAWARA DPRD Pasuruan
DPRD Pasuruan Tekankan Pengawasan Bukan untuk Mencari Kesalahan, Tapi Mencari Solusi
Fungsi pengawasan DPRD bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan setiap persoalan di lapangan dapat ditemukan solusinya.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Hal tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui dua opsi: pengalihan jalur air atau pengajuan adendum pekerjaan.
Baca juga: Menuju Pasuruan Lebih Terang, Ribuan PJU Mulai Dipasang di Beberapa Titik
Mandor pelaksana proyek di Desa Wonosunyo Dwijo menjelaskan, pekerjaan mencakup peningkatan jalan sepanjang 1.682 meter dengan lebar rata-rata 3 meter.
Proses perbaikan dilakukan dengan metode lapis penetrasi dan penggunaan aspal bakar secara manual sebanyak dua hingga tiga kali, bergantung tingkat kerusakan.
Ia juga menyebut beberapa kendala di lapangan, termasuk kendaraan warga yang masih kerap melintas sebelum material stabil.
Baca juga: Bupati Rusdi Sambangi Sekolah Legendaris di Pasuruan, Sampaikan Selamat Hari Guru
“Kadang warga berhenti di tanjakan atau turunan, terutama ibu-ibu waktu antar sekolah. Aspalnya belum ditabur kerikil, sudah dilewati. Jadi harus kami ulang,” ujarnya.
Kepala Desa Wonosunyo Saleh menyatakan masyarakat sangat mendukung pembangunan tersebut.
Jalan yang selama ini rusak berat akhirnya mendapatkan penanganan menyeluruh dengan anggaran lebih dari Rp3 miliar.
“Warga sangat bersyukur. Jalan ini penting untuk akses menuju kawasan wisata Candi Belahan, sekolah, hingga Gudang Garam. Harapan ke depan ada tambahan pelengsengan dan penerangan jalan umum,” kata Saleh.
Baca juga: Naik Motor Mas Rusdi Keliling Cek Perbaikan Jalan Pasuruan
Samsul menegaskan kembali bahwa setiap rupiah anggaran pembangunan adalah amanah yang harus dijaga.
Turun Lapangan
Karena itu DPRD mendorong seluruh anggotanya untuk turun ke lapangan melakukan monitoring, terutama di masa pelaksanaan proyek.
“Dana yang dikeluarkan pemerintah daerah, serupiah pun adalah amanah. Lewat sidak, persoalan bisa langsung kita selesaikan, tidak harus menunggu RDP. Yang terpenting, pekerjaan selesai tepat waktu, tepat mutu, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.
Baca juga: Naik Motor Mas Rusdi Keliling Cek Perbaikan Jalan Pasuruan
Ia juga menyebut, untuk wilayah Wonosunyo, pembangunan jalan sepanjang total 4.680 meter sudah dituntaskan tahun ini.
Ke depan, DPRD akan memperjuangkan penambahan pelengsengan, PJU, dan fasilitas air bersih dalam pembahasan APBD 2026.
“Yang utama adalah kebersamaan. Pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dan pelaksana harus bergerak bersama. Pengawasan bukan mencari kesalahan, tetapi mencari solusi. Itu yang selalu kami tekankan,” tutupnya.
(TribunJatimTimur.com)
| Dewan Usul Penataan Pasar Tumpah Ranggeh Pasuruan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat dan PAD |
|
|---|
| Dewan Dorong Ketahanan Pangan Pasuruan, Lindungi Lahan dan Perkuat Hilirisasi Desa |
|
|---|
| Dewan Dorong Percepatan Desa Digital Melalui Perbaikan Sistem, SDM, dan Pendampingan |
|
|---|
| Mas Rusdi-Gus Shobih Menggebrak Bikin Pasuruan Meloncat Jauh, DPRD dan TP3D Bongkar Rahasianya! |
|
|---|
| Harkodia, Pemkab dan DPRD Pasuruan Tekankan Integritas Desa di Tengah Pengetatan Fiskal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Jagongan-DPRD-Pasuruan.jpg)