Kamis, 7 Mei 2026

Berita Pasuruan

Tangis Perempuan Kepala Keluarga Pecah Saat Dapat Bantuan Lapak Permanen dan Modal Usaha

Widyawati terima lapak permanen dan modal usaha. DPRD dorong pemberdayaan 126.102 perempuan kepala keluarga.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Galih Lintartika
TERHARU : Widyawati , salah satu perempuan kepala keluarga saat menerima bantuan lapak. Lapak tersebut merupakan bantuan yang difasilitasi Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang memanfaatkan material limbah menjadi sarana usaha siap pakai. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Air mata Widyawati tak terbendung saat sebuah lapak permanen diserahkan kepadanya, Kamis (12/2/2026).

Perempuan 47 tahun asal Purwodadi itu akhirnya memiliki tempat berjualan yang layak setelah beberapa tahun berdagang dalam keterbatasan.

Lapak tersebut merupakan bantuan yang difasilitasi Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang memanfaatkan material limbah menjadi sarana usaha siap pakai.

Bagi Widyawati, bantuan itu bukan sekadar tempat berdagang, melainkan harapan baru untuk menata hidup.

Sejak 2021, ia menyandang status perempuan kepala keluarga (Pekka) setelah ditinggal suaminya.

Baca juga: Hasil Survei IKM 2025, Pelayanan Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan Raih Predikat “Sangat Baik”

Sejak itu, ia menjadi tulang punggung bagi dua anaknya. Setiap hari, ia membagi waktu antara mengurus keluarga dan mencari nafkah dengan berjualan cireng.

Pagi hari, ia berjualan di kantin sekolah. Siang hingga sore, ia melanjutkan dagangan di depan rumah dengan peralatan seadanya. Dagangannya hanya ditata di atas meja kecil tanpa penutup.

Saat hujan turun, ia harus bergegas mengangkat dagangan agar tidak basah. Ketika panas terik menyengat, ia tetap bertahan tanpa pelindung.

“Sejujurnya saya tidak punya uang untuk membeli gerobak atau lapak seperti ini. Saya benar-benar terharu menerima bantuan ini,” ujarnya.

Baca juga: Kilang LNG Mini Pertama di Jawa Resmi Beroperasi di Pasuruan, Gas Bumi HCML Jadi Pemasok Utama

Menurutnya, keberadaan lapak permanen membuatnya lebih tenang dan percaya diri dalam berjualan.

Selain lapak, ia juga menerima tambahan modal usaha sebesar Rp500 ribu untuk mendukung perputaran dagangannya.

“Semoga bantuan ini membawa kebaikan dan keberkahan. Terima kasih atas kepeduliannya,” katanya.

Sugiarto menjelaskan, lapak tersebut dirakit dari material limbah yang diolah kembali agar memiliki nilai guna.

Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perempuan kepala keluarga yang berjuang mandiri.

Baca juga: Partai Gerindra Pasuruan Rayakan HUT Ke-18 dengan Tasyakuran dan Santuni Anak Yatim

“Perempuan-perempuan tangguh seperti Bu Widyawati ini harus diperjuangkan. Mereka bekerja keras demi keluarga, dan negara harus hadir,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved