Rabu, 27 Mei 2026

Cargill Perkuat Gizi dan Kesehatan Masyarakat di Pasuruan dan Gresik

Cargill memperkuat program gizi, kesehatan, air bersih, dan UMKM perempuan di Pasuruan dan Gresik.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
ist/cargill
SALING MEMBANTU : Kegiatan sosial yang dilakukan Cargill terhadap masyarakat yang ada di sekitar perusahaan Desa Ngerong, dan Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. 
Ringkasan Berita:
  • Cargill menjalankan program kesehatan, gizi, air bersih, dan pemberdayaan UMKM di Pasuruan dan Gresik.
  • Lebih dari 440 anak dan 400 lansia menerima manfaat program kesehatan dan gizi.
  • Tujuh sumur dalam dibangun untuk melayani kebutuhan air bersih lebih dari 10 ribu warga.
  • Program Laskar Cegah Stunting dijalankan di enam desa di Kecamatan Manyar, Gresik.
  • Cargill menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk memperkuat sistem pangan berkelanjutan.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Cargill memperkuat program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pasuruan dan Gresik melalui berbagai kegiatan di bidang kesehatan, gizi, akses air bersih hingga penguatan ekonomi UMKM perempuan.

Program tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap ketahanan pangan dan percepatan penurunan stunting di Jawa Timur.

Di Kabupaten Pasuruan, program difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat, pemenuhan gizi kelompok rentan.

Selain itu, penyediaan akses air bersih, hingga penguatan usaha mikro berbasis perempuan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui kerja sama dengan puskesmas dan pemerintah desa, Cargill mendukung layanan klinik kesehatan masyarakat di Desa Kepulungan dan Desa Ngerong.

Program tersebut melayani ratusan warga setiap bulan melalui pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pemberian vitamin dan obat-obatan hingga rujukan layanan lanjutan.

Baca juga: Jelang Wukuf di Arafah, Gus Shobih Pastikan Jemaah Haji Pasuruan Siap dan Bugar

Selain itu, perusahaan juga menjalankan program pemantauan kesehatan dan gizi bagi bayi, remaja, ibu hamil serta lansia di sejumlah dusun.

Tercatat lebih dari 440 anak dan sekitar 400 lansia menerima manfaat dari program tersebut.

Edukasi gizi turut menjadi perhatian, melalui peringatan World Food Day dan World Egg Day.

Cargill mendistribusikan bahan pangan bergizi seperti telur, tempe dan susu kedelai yang diproduksi UMKM lokal.

Program itu menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat sepanjang 2025, mulai bayi, ibu hamil hingga lansia.

Baca juga: Lahirkan 10 Komitmen, Pengasuh Pesantren se-Pasuruan Deklarasi Tolak Kekerasan Seksual

Penguatan ketahanan masyarakat juga dilakukan melalui pembangunan tujuh sumur dalam atau deep well di Kabupaten Pasuruan.

Infrastruktur tersebut kini dimanfaatkan lebih dari 10 ribu warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Di sektor ekonomi, Cargill turut mendorong pengembangan UMKM perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, pengembangan produk hingga akses pasar.

Koordinator Griya UMKM Desa Ngerong Sudarti mengatakan, dukungan tersebut sangat membantu pelaku usaha kecil agar berkembang lebih profesional dan memiliki daya saing.

“Dulu usaha kami belum memiliki legalitas dan kemasan standar. Sekarang sudah dibantu pengurusan NIB, sertifikasi halal, SPP-IRT sampai pelatihan digital marketing sehingga usaha menjadi lebih siap berkembang,” ujarnya.

Baca juga: Stabilisasi Harga Pangan Jelang Idul Adha, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah

Sementara itu di Kabupaten Gresik, Cargill menjalankan program “Laskar Cegah Stunting” di Kecamatan Manyar.

Program ini melibatkan tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas di enam desa.

Kegiatan tersebut meliputi edukasi kesehatan ibu dan anak, pemberian ASI, pemantauan tumbuh kembang balita hingga pelatihan kader kesehatan desa.

Kader Laskar Cegah Stunting Desa Pegaden, Hj Nur Cholilah menyebut program tersebut membantu masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi keluarga sejak dini.

“Kami mendampingi kelas menyusui, parenting Posyandu hingga rembuk stunting agar masyarakat bisa bersama-sama mencari solusi penanganan stunting di desa,” katanya.

Director Plant Management Food Southeast Asia Australia and New Zealand Cargill Yusuf Ronzy mengatakan, penguatan sistem pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan aksi nyata di tingkat masyarakat.

Baca juga: Kepala Pasar se-Pasuruan Teken Pakta Integritas Untuk Kerja Lebih Profesional dan Transparan

Menurutnya, akses terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Melalui kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah, kami ingin membantu memperluas akses terhadap gizi, kesehatan dan peluang ekonomi agar masyarakat menjadi lebih kuat dan sehat,” urainya.

Kegiatan itu dilakukan Cargill berdasarkan Resilient Food Systems Index (RFSI)1, riset terbaru dari Economist Impact yang didukung oleh Cargill.

Indonesia berada di peringkat ke-29 dari 60 negara dengan skor 66.522 yang mencerminkan fondasi kuat dalam keterjangkauan pangan dan akses terhadap nutrisi. 

Namun, kesenjangan masih terdapat pada aspek ketersediaan pangan dan ketahanan sistem pangan.

Sehingga, perlu penegasan untuk memperkuat cara pangan diproduksi, didistribusikan, dan diakses di tingkat masyarakat. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved