Berita Banyuwangi
Antisipasi Risiko Bencana Alam di Banyuwangi dengan Mitigasi Dini
Kajian Risiko Bencana (KRB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi mencatat, sebanyak 16 risiko ancaman bencana.
"Kami harapkan bocah-bocah di Banyuwangi melek bencana. Mereka akan mengerti mitigasinya sepertiapa, apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, mengerti juga bencana apa saja yang mengancam di wilayahnya," tutur Mujito.
Program ini akan diluncurkan akhir Desember 2022. Bocah-bocah yang menjadi sasaran adalah mereka yang tinggal di daerah rawan.
"Seperti Kecamatan Licin, Kalibaru, dan Banyuwangi. Lalu daerah di sekitar selatan," tutur dia.
Ketua Panitia Diskusi Mitigas Bencana, Enot Sugiharto mengatakan, diskusi itu digelar sebagai forum mengurai permasalahan bencana yang ada di Banyuwangi.
Dalam beberapa pekan terakhir, Banyuwangi juga dilanda bencana. Salah satunya banjir bandang di Kecamatan Kalibaru.
Sebagai daerah tujuan pariwisata, menurut Enot, berbagai pihak di Banyuwangi harus memahami risiko-risiko kebencanaan.
"Sehingga apabila bencana alam sewaktu-waktu datang, korban jiwa bisa diminimalisir," kata dia.
(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.Com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Jurnalis-Melek-Mitigasi.jpg)