Sabtu, 30 Mei 2026

Keracunan di Trenggalek

Warga Meninggal Dunia Diduga Keracunan di Trenggalek, Polisi Periksa Panitia

Satreskrim Polres Trenggalek tengah melakukan penyelidikan dugaan keracunan di Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek

Tayang:
Editor: Sri Wahyunik
TribunMataraman.com/Sofyan Arif Candra
Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, TRENGGALEK - Satreskrim Polres Trenggalek tengah melakukan penyelidikan dugaan keracunan di Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Rabu (16/10/2024).

Sejumlah pihak telah dipanggil penyidik untuk diperiksa guna mengungkap kasus yang menyebabkan 8 orang dirawat dan seorang warga meninggal dunia itu.

"Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap penyelenggara acara Maulid dalam hal ini ketua RT dan panitia acara, kemudian melakukan pengecekan di dapur catering terkait produk yang dipakai oleh catering," kata Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin, Rabu (16/10/2024).

Penyidik juga telah melakukan pengecekan ke toko tempat belanja catering dan mengambil sampel makanan termasuk beberapa bahan pokok beras di toko tempat penjualan beras.

"Kami juga berkoordinasi dengan RSUD dan Dinas Kesehatan terkait dengan sampel sisa makanan maupun snack yang dikirim ke laboratorium Dinkes di provinsi Jawa Timur," lanjutnya.

Penyidik juga telah mendatangi keluarga korban untuk menanyakan riwayat kesehatan serta mengambil sisa obat yang dikonsumsi oleh korban karena diketahui korban memiliki penyakit bawaan hipertensi.

"Kami juga masih melakukan pemantauan terkait dengan kondisi korban yang lain dan kami masih menunggu nanti hasil daripada laboratorium seperti apa," pungkasnya.

Baca juga: Keliling Kota Lama Surabaya, Menparekraf Sandiaga Cukur Rambut di Barbershop Legendaris

Diberitakan sebelumnya insiden dugaan keracunan menyebabkan seorang warga, N, perempuan berusia 47 tahun meninggal dunia.

Kadinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto mengatakan acara keagamaan tersebut diselenggarakan di salah satu rumah warga dengan jumlah mencapai 130 orang, pada Rabu (9/10/2024).

"Ada beberapa yang mengalami gejala (keracunan), yang terdata di kami ada 98 orang di mana ada delapan orang yang rawat inap di Rumah Sakit. Satu anak usia 11 tahun, lainnya dewasa," kata Sunarto, Selasa (15/10/2024).

Dalam pengajian tersebut, jemaah mendapatkan makanan berupa nasi kotak yang berisi nasi, kering tempe, telur balado, dan mie. Selain itu jemaah mendapatkan makanan ringan berupa roti isi ayam, kemudian roti bolu dan air mineral 

"Keesokan paginya, kami mendapat laporan dari salah satu warga yang kebetulan warga tersebut adalah juga bekerja di Puskesmas (tentang dugaan keracunan). Kemudian kami segera turun ke sana untuk investigasi ke lokasi," jelasnya.

Dari situ ada 43 warga yang mengeluh demam, muntah, hingga diare, lalu seiring pendataan yang dilakukan ditemukan 98 pasien dengan gejala yang sama.

Mereka berobat ke sejumlah fasilitas kesehatan dan 8 orang diantaranya harus mendapatkan perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

"Dari situ kemudian kita lakukan pengamanan sampel makanan kita masukkan sesuai dengan prosedur dan disimpan di suhu 2 sampai dengan 8 derajat Celsius," lanjut Sunarto 

Baca juga: Potensi Persija Kehilangan Rizky Ridho, Bek Timnas Indonesia Disebut Layak Main di Eropa

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved