Penyakit Mulut dan Kuku
Dinas Peternakan Bondowoso Vaksinasi 3.525 Dosis, Boleh untuk Sapi Bunting
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso akhirnya melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku pada sapi
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso akhirnya melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi, Senin (20/1/2025).
Penyuntikan secara simbolis dilakukan terhadap tujuh ekor sapi milik Oskar, peternak di RT 20 RW 7, Dusun Jatian, Desa Jurang sapi, Kecamatan Tapen, Bondowoso. Kemudian diikuti di seluruh wilayah di Bondowoso oleh dokter dan petugas veteriner.
Disnakkan Bondowoso dikonfirmasi melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Cendy Herdiawan menerangkan, penyuntikan perdana ini merupakan vaksin dari bantuan Pemerintah Pusat yaitu 3.525 dosis. Setelah kasus PMK kembali mencuat di akhir tahun 2024.
Sapi-sapi di Bondowoso sudah ada yang mendapatkan vaksin ke dua, dan vaksin booster. Karena itulah, pihaknya memprioritaskan sapi yang historisnya belum pernah divaksin.
Sapi yag divaksin juga diutamakan di wilayah yang berisiko, yakni di kawasan yang terdampak PMK.
"Prioritasnya adalah sapi-sapi yang belum pernah divaksin,"ujarnya.
Ia menerangkan, vaksin PMK ini aman diberikan pada sapi pedet, pejantan, atau pun betina bunting. Namun memang sebelum divaksin ternaknya harus dipastikan sehat dan layak untuk divaksin. Artinya, dinyatakan sehat setelah diperiksa suhunya, secara klinis visual, fesesnya tidak encer dan lainnya.
"Maka akan ditunda diberikan obat-obatan, sampai dia dinyatakan sehat baru divaksin," ujarnya.
Kemudian dari sisi usia sapi yang bisa divaksin, kata pria lulusan Universitas Airlangga itu, di atas tiga bulan. Untuk sapi yang baru sembuh dari PMK, jika masih masuk subklinis masih belum bisa divaksin, dan harus mendapatkan pemeriksaan dari tenaga Disnakkan.
"Vaksin itu setiap 6 bulan sekali, harus divaksin lagi," ujarnya.
Diperkirakan Februari 2025 ini, vaksin PMK dari Disnakkan Provinsi akan kembali datang, lengkap dengan sarana prasarana.
Baca juga: Ponsel Prajurit TNI di Banyuwangi Dicek Mendadak, Antisipasi Judi Online
Sampai saat ini tercatat ada 246 kasus sapi terpapar PMK di Bondowosodi Bondowoso. Rinciannya adalah tujuh ekor mati, 75 ekor sembuh, dan yang masih sakit dan belum dilaporkan sembuh ada 157 ekor.
Semetara itu, Pj Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, yang hadir melihat langsung vaksinasi pertama kalinya ini, mengatakan, ini diharapkan bisa membantu untuk pencegahan.
"Program yang lama masih bisa digunakan. Kita optimalkan," ujar pria yang juga menjabat sebagai Kadispora Provinsi Jatim.
Sementara untuk bantuan vaksin ke depan, kata Hadi, pihaknya akan melakukan hitung-hitungan degan tim dan DPRD. Terkait anggaran yang bisa digunakan untuk mendukung vaksinasi PMK. Utamanya sarana prasarana.
| Pemprov Jatim Distribusikan 870.000 Dosis Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku |
|
|---|
| Pemkab Kediri Kembali Buka Pasar Hewan Setelah 2 Pekan Ditutup Akibat PMK |
|
|---|
| Status Darurat PMK, Kasus Jatim Tembus 18 Ribu dan Sebabkan 980 Ternak Mati |
|
|---|
| Penetapan Status KLB Belum Jadi Opsi Utama Pemkab Lumajang Kendati Kasus PMK Terus Meroket |
|
|---|
| Pengendalian PMK, Bupati Jember Tolak Penutupan Pasar Hewan Namun Lewat Pencegahan dan Vaksinasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Vaksinasi-PMK-sapi-di-kab-Bondowoso.jpg)