Berita Surabaya

Perampok Perhiasan Rp 5 Miliar di Surabaya Diduga Hafal Tempat Penyimpanan Barang Berharga

Benda kotak tersebut berada di dalam lemari kayu yang terkunci. Lokasinya, di dalam kamar tidur pasutri lansia SNI (75) dan HH (77).

Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Luhur Pambudi
Cucu pemilik rumah, Marsa Tsabitdhia. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya - Komplotan perampok berkedok sebagai petugas PDAM pemeriksa meteran pipa air di rumah pasutri lansia, Jalan Achmad Jais, Peneleh, Genteng, Surabaya diduga hafal tempat penyimpanan barang berharga di rumah korban. 

Pasalnya, seorang pelaku eksekutor perampokan satu kotak berisi perhiasan seberapa lima kilogram senilai Rp 5 miliar itu berjalan mulus dalam waktu singkat. Dugaannya eksekutor mengetahui lokasi tempat benda tersebut disimpan. 

Benda kotak tersebut berada di dalam lemari kayu yang terkunci. Lokasinya, di dalam kamar tidur pasutri lansia SNI (75) dan HH (77).

Namun, pelaku eksekutor berhasil membukanya dengan cara dicongkel menggunakan alat sejenis pengungkit.

Informasi tersebut disampaikan oleh Marsa Tsabitdhia, cucu korban, setelah mendengar cerita dari neneknya HH.

"Pelaku mencongkel lemari nenek. Nah, anehnya kayak gitu. Kamar ada banyak. Tapi kok dia tahu tempat berharga, kok bisa tahu," ujarnya saat ditemui di depan rumah, pada Rabu (22/1/2025). 

Baca juga: UPDATE Perampokan Perhiasan Rp 5 Miliar di Surabaya, Komplotan Menyaru Petugas PDAM

Rumah tersebut dihuni oleh 10 orang. Terdiri dari keponakan, anak dan cucu dari pasutri lansia tersebut. 

Biasanya, pada pagi hari, kakek dan neneknya itu, ditemani oleh dua orang asisten rumah tangga. 

Sedangkan, para kerabatnya yang lain, pergi bekerja sejak pagi dan baru pulang pada sore atau malam hari. 

Namun, selama sepekan terakhir, kedua pasutri lansia itu, tidak ada yang menemani. Karena, kedua asisten rumah tangga sedang cuti untuk menunaikan ibadah umrah. 

"Ada 10 orang yang tinggal di rumah ini. Ada pembantu 2 orang. Mereka lagi umroh. Sudah 1 mingguan umrah mereka," katanya. 

Saat disinggung mengenai adanya keterlibatan orang dalam, Marsa menampiknya.

Sebab, menurutnya, tidak ada yang tahu jika kakek dan neneknya menyimpan benda berharga itu di dalam rumah. Bahkan, kerabatnya. 

"Enggak kayaknya (bukan orang dalam). Saya sendiri aja, orang dalam rumah, gak tahu kalau kotak ada di dalam lemari itu," pungkasnya. 

Di lain sisi, Ketua RT 08, Fathur Rahman mengaku sempat memperoleh kesaksian orang lain yang berada di dekat rumah korban. 

Baca juga: Siswa SDN di Sampang Belajar di Tempat Parkir karena Gedung Nyaris Roboh

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved