Berita Probolinggo

Ramadan Membawa Berkah, Pengrajin Kaligrafi Serbuk Kayu di Probolinggo Kebanjiran Pesanan

Usahanya dalam membuat kaligrafi serbuk kayu mengalami lonjakan pesanan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Penulis: Ahsan Faradisi | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Ahsan Faradisi
KALIGRAFI SERBUK : Kholili ditemani istrinya saat membuat Kaligrafi dari Serbuk Kayu, Minggu (30/3/2025). Berkah Ramadan dan Idul Fitri, pesanannya meningkat hingga 20 persen. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Momentum Ramadan dan Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi Kholili (44), seorang pengrajin kaligrafi asal Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Usahanya dalam membuat kaligrafi serbuk kayu mengalami lonjakan pesanan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Sejak awal Ramadan 2025, permintaan terhadap kaligrafi buatannya meningkat pesat. Tidak hanya datang dari sekitar Probolinggo, pesanan juga mengalir dari kota-kota lain seperti Malang, Surabaya, dan Jember. Kualitas karyanya yang terjaga membuat banyak pelanggan tertarik untuk memesan.

Proses Pembuatan yang Memerlukan Ketelitian
Pembuatan kaligrafi dari serbuk kayu bukanlah pekerjaan mudah. Setiap huruf dan syakal dalam kaligrafi harus dibuat dengan presisi agar tetap terbaca jelas dan memiliki estetika yang indah.

Baca juga: Ledakan Bubuk Mercon di Blitar, Dua Remaja Luka-Luka dan Satu Rumah Rusak

Kholili menjelaskan prosesnya dimulai dengan mengeringkan serbuk kayu hingga benar-benar kering. Selanjutnya, serbuk tersebut ditempelkan pada styrofoam yang sudah dicetak sesuai desain yang diinginkan.

"Dengan campuran lem perekat, jika sudah kering dan sesuai bentuk pesanan, langkah selanjutnya adalah memasangnya dalam figura yang disesuaikan dengan ukuran pesanan," ujar Kholili, Minggu (30/3/2025).

Baca juga: Prediksi Skor dan Prediksi Susunan Pemain Inter Milan Vs Udinese di Liga Italia Serie A 2024

Selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, Kholili mencatat peningkatan pesanan hingga 20 persen. Kaligrafi yang paling banyak dipesan antara lain ayat Kursi dan Asmaul Husna. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pengerjaan.

"Untuk ukuran kecil, harganya berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Ukuran sedang dijual seharga Rp350 ribu hingga Rp400 ribu, sedangkan ukuran besar bisa mencapai Rp700 ribu hingga Rp8 juta," jelasnya.

Untuk memperluas jangkauan pasarnya, Kholili mengandalkan promosi dari mulut ke mulut serta pemanfaatan media sosial. "Biasanya, pelanggan yang sudah membeli akan merekomendasikan kepada keluarga dan tetangga. Selain itu, saya juga memanfaatkan platform seperti WhatsApp, Facebook, dan TikTok untuk promosi," pungkasnya.

(Ahsan Faradisi/TribunJatimTimur.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved