Berita Jember
Gus Fawait Soroti Data Fiktif di Dapodik Hanya untuk Akreditasi, Ribuan Sekolah Rusak Tak Tercatat
Banyak sekolah di Jember diduga memanipulasi data untuk kepentingan akreditasi, yang berdampak langsung pada kecilnya alokasi anggaran dari pusat.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Bupati Muhammad Fawait menyoroti validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dinilai fiktif hanya untuk kebutuhan akreditasi.
Fawait mengungkapkan banyak sekolah di daerahnya diduga memanipulasi data untuk kepentingan akreditasi, yang berdampak langsung pada kecilnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk perbaikan sekolah di Jember.
“Jumlah sekolah yang mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat, sangat mengagetkan. Tercatat ada lebih dari 1.500 sekolah yang mengalami kerusakan berat,” ungkap Fawait, Selasa (1/7/2025).
Namun, angka kerusakan ini menurutnya tidak tercatat dalam sistem Dapodik yang digunakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ia menyebut banyak sekolah melaporkan data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Baca juga: Anak Kecil Review Jalan Desa Rp 190 Juta di Ponorogo, Pemdes Tegaskan Sudah Sesuai Prosedur
Ini membuat data dari Kemendikdasmen menunjukkan kerusakan bangunan sekolah dasar hingga menengah pertama di Jember tidak tercatat dalam Dapodik. "Padahal, kenyataannya jauh berbeda," katanya.
Salah satu bentuk ketidaksesuaian data, lanjut Fawait, adalah pencantuman fasilitas yang sebenarnya tidak dimiliki sekolah.
“Ada sekolah yang tidak memiliki perpustakaan atau laboratorium komputer, tapi di Dapodik mereka melaporkan seolah-olah fasilitas itu ada. Ini seperti memoles penampilan demi akreditasi, padahal kenyataannya tidak demikian,” ujar pria yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Baca juga: UPDATE Sinyal Pemain Keluar Masuk Persebaya, Flavio Silva OTW Afrika, 2 Sosok Pengganti Ngantri
Akibat dari laporan fiktif tersebut, Kabupaten Jember hanya memperoleh dana transfer sekitar Rp 5 miliar dari pemerintah pusat. Jumlah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan daerah lain yang melaporkan kondisi riil dan berhasil mendapatkan bantuan hingga Rp 100 miliar.
“Kalau kita terus menutup-nutupi, ya begini akhirnya. Daerah lain yang jujur bisa membawa dana pusat lebih besar karena datanya akurat,” jelasnya.
Untuk memperbaiki situasi ini, Gus Fawait menyatakan akan mengundang seluruh kepala sekolah SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, dalam sebuah pertemuan yang dijadwalkan akhir Juli 2025.
Baca juga: Santer Disebut Mendekat ke Persija, Eks Borneo FC Kans Dilaunching Semen Padang, 1 Kode Muncul
“Perbaikan data Dapodik ini harus segera dilakukan. Kalau kita hanya mengandalkan APBD Jember, butuh puluhan tahun untuk memperbaiki semua sekolah rusak. Baru selesai 1.500, yang lain sudah rusak lagi. Satu-satunya solusi adalah membawa anggaran pusat ke Jember,” tegasnya.
Lebih dari 1.500 sekolah dasar dan menengah pertama di Jember saat ini berada dalam kondisi rusak berat, mulai negeri dan swasta. Jumlah itu belum termasuk sekolah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
Dapodik Jember
Sekolah rusak di Jember
Dapodik fiktif Jember
Manipulasi data sekolah Jember
Validasi Dapodik
TribunJatimTimur.com
jatim-timur.tribunnews.com
Berita Jember Hari Ini
Modus Begal di Jember, Minta Dibonceng Lalu Rampas Motor Korban |
![]() |
---|
Buruh PT Sungai Budi Jember yang Tewas Misterius di Mess, Tak Terdaftar BPJS Meski 4 Tahun Bekerja |
![]() |
---|
Hampir 100 Persen 2,5 Juta Warga Jember Telah Terlindungi BPJS Kesehatan |
![]() |
---|
Diserbu Gula Rafinasi Impor, 10 Ribu Ton Gula Petani Tidak Laku di Jember |
![]() |
---|
Pekerja Tewas Misterius di Jember, Disnaker Jatim Lakukan Pemeriksaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.