Sabtu, 11 April 2026

Libur Lebaran 2025

Libur Lebaran 2025, Oleh-Oleh Khas Jember Laris Manis, Omset Capai Rp 40 Juta per Hari

Sejumlah toko oleh-oleh mengalami lonjakan penjualan signifikan, terutama di kawasan pusat kota seperti Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
tribunjatimtimur/Imam Nawawi
BERBURU OLEH-OLEH: Para pembeli memadati toko oleh-oleh khas Jember di Jalan Gajah Mada Kaliwates Jember, Jawa Timur, Jumat (4/4/2025) Pembeli banyak memburu Tape Singkong dan Prol Tape saat libur lebaran. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Momentum libur Lebaran Idulfitri 2025 dimanfaatkan masyarakat tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk membawa pulang oleh-oleh khas daerah asal mereka. 

Di Jember sejumlah toko oleh-oleh mengalami lonjakan penjualan signifikan, terutama di kawasan pusat kota seperti Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates. 

Sebagian besar dari mereka adalah para pemudik yang pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Kendaraan para pembeli bahkan tampak memadati sisi jalan, hingga menyebabkan lalu lintas di sekitar lokasi menjadi tersendat.

Baca juga: Longsor Cangar-Pacet Timbun Dua Kendaraan Tewaskan 10 Orang, Proses Evakuasi Korban Butuh 2 Hari

Makanan khas seperti tape singkong—yang merupakan hasil fermentasi singkong—dan prol tape, sejenis roti berbahan dasar tape, menjadi dua produk yang paling banyak diburu konsumen. Cita rasa khas serta kesan otentik dari dua makanan ini menjadi daya tarik utama sebagai buah tangan dari "Bumi Pandalungan".

Agus Dofir, pemilik salah satu toko oleh-oleh di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa penjualan di masa Lebaran tahun ini meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa.

"Tingkat pembelian bisa naik tiga kali lipat dari biasanya," ujarnya, Jumat (4/4/2025).

Menurut Dofir, jika pada hari biasa omzet penjualannya berkisar di angka Rp7 juta per hari, maka selama masa libur Lebaran, pendapatannya bisa melonjak hingga Rp35 juta hingga Rp40 juta per hari.

"Selama empat hari Lebaran ini, omzet kami bisa tembus Rp35 juta hingga Rp40 juta. Ini memang momen puncak penjualan kami dalam setahun," katanya.

Baca juga: Gelar Diaspora Banyuwangi, Pemkab Libatkan Warung-Warung Rakyat 

Dofir menambahkan, meski permintaan meningkat tajam, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan ini dengan menyiapkan stok dalam jumlah cukup. Ia menyebutkan mayoritas pembelinya adalah warga perantauan yang pulang ke Jember dan ingin membawa oleh-oleh khas daerah ke tempat tinggal atau tempat kerja mereka di luar kota.

"Biasanya mereka membawa oleh-oleh ini untuk keluarga atau rekan kerja di perantauan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memperkirakan tren belanja oleh-oleh ini akan berlangsung hingga H+7 Lebaran, sebelum kembali melandai seiring berakhirnya masa cuti bersama.

"Puncak pembeliannya ya sampai H+7 Lebaran. Setelah itu, mulai kembali normal," ujarnya.

Salah satu pembeli, Inggar, mengaku membeli tape singkong dan prol tape untuk dibawa pulang ke Malang.

"Saya mudik ke Jember untuk Lebaran, dan oleh-oleh ini akan saya bawa untuk keluarga mertua di Malang," ujarnya.

Fenomena ini menjadi cerminan bagaimana kuliner lokal tetap memiliki daya tarik kuat sebagai simbol nostalgia dan kebanggaan daerah, terutama saat momen spesial seperti Lebaran.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved