Senin, 8 Juni 2026

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

Tongkang Bercakar akan Angkat Bangkai KMP Tunu di Selat Bali

Operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali dimulai. Tongkang bercakar Pioner 88 sudah berada di lokasi.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
ANGKAT- Tongkang bercakar Pioner 88 saat berada di Selat Bali, Rabu (28/1/2026). Operasi pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya dimulai. 
Ringkasan Berita:
  • Operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya mulai tahap awal
  • Tongkang bercakar Pioner 88 sudah berada di lokasi Selat Bali
  • Proses pengangkatan belum dimulai, masih tahap penempatan kapal
  • Area pengangkatan dibatasi radius aman 400 meter
  • Pengangkatan diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025 mulai memasuki tahap awal. Kapal barge crane atau tongkang bercakar, yang akan digunakan dalam proses evakuasi bangkai kapal, kini telah berada di lokasi kejadian.

Pantauan di lapangan pada Rabu (28/1/2026) menunjukkan tongkang bercakar Pioner 88 telah berada di perairan Selat Bali, tepatnya di sisi tenggara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Posisi tongkang berada di sekitar lokasi bangkai kapal yang sebelumnya telah ditandai dengan buoy sebagai penanda bawah laut.

Kasatpolairud Polrestabes Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi membenarkan keberadaan kapal pengangkat tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa proses pengangkatan bangkai kapal belum dimulai.

“Belum ada proses pengangkatan. Kapal tongkang baru menuju titik lokasi saja, belum ada pengangkatan sama sekali,” kata Wahyudi.

Baca juga: Salah Satu Pejabat KMP Tunu Pratama Jaya Jadi Tersangka dan Akhirnya Ditahan

Area Pengangkatan

Wahyudi menjelaskan, tongkang Pioner 88 telah berada di area Selat Bali sejak beberapa hari terakhir. Lokasi operasi telah dibatasi dengan radius sekitar 400 meter untuk memastikan keselamatan pelayaran dan mencegah kapal lain melintas di sekitar area pengangkatan.

Ia menambahkan, seluruh proses pengangkatan bangkai kapal berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banyuwangi. Kepolisian berperan sebagai unsur pendukung pengamanan sesuai tugas masing-masing.

“Semua proses pengangkatan, termasuk kapalnya, asuransi, dan tenaga kerja, berada di bawah koordinasi KSOP,” ujarnya.

Baca juga: Surat Perintah Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Telah Terbit

Diperkirakan Sebulan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya diperkirakan akan berlangsung selama sekitar satu bulan. Metode yang digunakan adalah pemotongan (pencacahan) badan kapal menjadi beberapa bagian, sebelum diangkat ke permukaan menggunakan mesin bercakar milik Pioner 88.

Metode tersebut dipilih untuk memudahkan proses evakuasi bangkai kapal yang berada di dasar perairan Selat Bali.

Baca juga: Melebihi Manifest, Pemilik Sebut Jumlah Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Sebenarnya 84 Orang

Kronologi Singkat

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 malam. Kapal tersebut tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kapal milik PT Raputra Jaya itu mengangkut 84 orang, termasuk kru kapal. Dari jumlah tersebut, 30 orang dinyatakan selamat, sementara sisanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan hilang.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved