Panic Buying, Antrean BBM Mengular di Beberapa SPBU Jember
Antrean panjang BBM terjadi di sejumlah SPBU Jember. Warga panic buying akibat isu konflik Timur Tengah, pemerintah pastikan stok aman.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU di Jember sejak pagi hingga siang hari.
- Warga diduga melakukan panic buying akibat isu konflik Timur Tengah yang berdampak pada pasokan minyak dunia.
- Beberapa penjual BBM eceran dan Pertamini juga dilaporkan kehabisan stok.
- Bupati Jember menegaskan stok BBM di daerahnya masih aman dan mencukupi.
- Pertamina memastikan ketahanan stok BBM di wilayah Jatimbalinus mencapai sekitar 13 hari ke depan.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipadati antrean kendaraan, Jumat (6/3/2026). Warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar minyak (BBM) karena khawatir terjadi kelangkaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang terjadi di SPBU Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates. Antrean kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan sejak sekitar pukul 05.30 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Efek Viral BBM Hanya Cukup 26 Hari, Antrean Mengular di SPBU Bondowoso
Isu Kelangkaan BBM
Salah satu konsumen, Sisil, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab antrean panjang tersebut. Namun ia mendengar kabar bahwa masyarakat khawatir stok BBM akan menipis akibat konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, isu tersebut menyebutkan adanya serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia.
“Tidak tahu ya, cuma gosipnya katanya (BBM) mau habis. Tapi saya tidak tahu benar atau tidak,” ujarnya.
Baca juga: Bareskrim Polri Gerebek Dua Gudang Penimbunan BBM di Situbondo
Meski demikian, Sisil tetap memilih mengantre karena stok Pertamax di sepeda motornya hampir habis. Ia mengatakan indikator bahan bakarnya hanya tersisa dua strip.
“Soalnya kan mau ngojek, adanya antrean ini kerjaan saya pasti terganggu karena kan aktivitasnya di jalan,” katanya.
Ia menambahkan, jika stok BBM di kendaraannya masih cukup, dirinya tidak akan ikut mengantre karena dapat menghabiskan waktu kerja.
“Aku sendiri juga takut, tapi punyaku tinggal dua strip. Kalau masih empat strip mungkin aku tidak antre,” ujarnya.
Baca juga: Warga Bondowoso Kesulitan Beli BBM Jenis Pertamax, Pengelola SPBU : Sepekan Belum Ada Pengiriman
Eceran Ikut Kosong
Selain di SPBU, sejumlah penjual BBM eceran dan Pertamini di beberapa ruas jalan seperti Jalan Sumatra dan Bengawan Solo juga dilaporkan kehabisan stok.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran masyarakat sehingga mendorong meningkatnya pembelian BBM dalam waktu bersamaan.
Pemkab Jember: Antrean Terjadi karena Panic Buying
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menilai antrean panjang di SPBU dipicu oleh panic buying masyarakat.
Ia menyebut kekhawatiran warga muncul akibat konflik internasional yang berpotensi mengganggu jalur logistik global.
| Pertamina Tambah 400 Ribu Liter BBM di Jember, Bupati Minta Warga Tak Panic Buying |
|
|---|
| Panic Buying BBM di Jember, Pertalite Eceran Tembus Rp 16.000 hingga 25.000 per Liter |
|
|---|
| Efek Viral BBM Hanya Cukup 26 Hari, Antrean Mengular di SPBU Bondowoso |
|
|---|
| Elpiji 3 Kg Langka Tembus Rp 25 Ribu di Jember, Pemkab Sebut karena Panic Buying |
|
|---|
| BBM di Situbondo Normal, Pemkab Tidak Berlakukan Belajar Daring |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/ANTRE-Susana-pembelian-BBM-di-SPBU.jpg)